Web portal pendidikan – Kebijakan terbaru yang diberlakukan untuk negara ini yaitu dengan melakukan new normal atau tatanan kehidupan baru. Nah, menurut kamu bagaimana jika skenario new normal diberlakukan di sekolah juga ? Siapkah anda menjalankannya ? Berikut ulasannya dalam artikel berikut.

Skenario New Normal di Sekolah, Siapkah ?

skenario new normal di sekolah siapkah ?
Syainal, S.Pd – skenario new normal di sekolah siapkah ?

Pandemi virus corona atau Covid-19 betul-betul membawa dampak yang berkepanjangan bagi sendi-sendi kehidupan kita tak terkecuali bagi dunia pendidikan.

Diawal kemunculannya sebagai upaya menghambat penyebarannya pemerintah menerapkan kebijakan Sosial-Psycal distincing hingga pembatasan sosial berskala besar (PSBB) Mengharuskan sekolah melaksanakan pembelajaran berbasis daring atau pembelajran jarak jauh.

Pembelajaran jarak jauh ini tentu bukan tanpa masalah, karena pembelajaran jarak jauh ini berbasis daring atau dalam jaringan tentu masalah utamanya adalah soal ketersediaan akses jaringan internet disetiap daerah yang belum merata sehingga membuat guru maupun siswa harus bekerja ekstra untuk mengaksesnya, belum lagi dari aspek efektivitas tujuan pembelajaran tentu tidak semaksimal ketika pembelajaran dilangsungkan dengan tatap muka. Namun tentu keselamatan guru, peserta didik, dan masyarakat yang paling utama.

Hingga saat ini pertanyaan kapan pelaksanaan pembelajaran disekolah akan dilaksanakan seperti semula belum kita ketahui, karena belum ada pernyataan resmi dari pemerintah terkait dengan hal tersebut.

Diakhir bulan mei ini mengacu pada kalender pendidikan sekolah-sekolah sudah mulai melakukan persiapan untuk melaksanan ulangan semester/penilaian akhir semester untuk kenaikan kelas dan juga pemerimaan peserta didik baru.

Namun tahun ini teknisnya mungkin sedikit agak berbeda mungkin dilaksanakan secara daring, karena meskipun pemerintah berencana menerapkan New Normal namun belum secara spesifik menyebutkan hal ini akan diterapkan di sekolah.

Apa Pengertian dari New Normal ?


Menurut Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbud pandemi korona mengharuskan masyarakat beradaptasi dengan kenormalan baru seperti, menggunakan masker ketika keluar rumah, selalu mencuci tangan dan menjaga jarak fisik ketika berada di tempat yang ramai sebagaimana dikutip dari akun instagram @kemdikbud.ri atau kalau menurut saya adalah mengutamakan protokoler kesehatan saat beraktivitas diluar rumah.

Sejauh ini memang belum ada kebijakan untuk mengembalikan proses belajar mengajar tatap muka langsung akan dilaksanakan maupun pernyataan resmi dari pemerintah dalam hal ini kementrian pendidikan dan kebudayaan untuk menerapkan New Normal pada dunia pendidikan khususnya sekolah.

Namun tidak menutup kemungkinan skenario new normal ini akan diterapkan di sekolah dengan tetap mempertimbangkan studi epidemilogi dan kesiapan regional serta evaluasi pembelajaran daring yang dilaksanakan beberapa waktu belakangan ini.

Namun tentu sebelum mengambil kebijakan itu pemerintah harus betul-betul mempertimbangkan secara matang dan melibatkan semua element terkait dalam mendiskusikannya, tentu kendala-kendala pembelajaran yang dialami dalam pembelajaran jarak jauh solusinya bukan hanya menerapkan New Normal di sekolah, ataupun kesiapan daerah karena meskipun sekolah berada di daerah namun secara spesifik pengelolaannya harus berbeda.

Dalam hal New Normal karena di sekolah konsentrasi massa atau orang yang berkumpul lebih banyak, dan bagaimanapun juga keselamatan kita semua, Guru, Peserta Dididk dan Masyarkat jauh lebih penting.

Baca juga :

Kita mesti bersabar untuk kembali kesekolah dan beraktivitas seperti biasanya sembari tetap mengikuti kebijakan pemerintah dalam mencegah penyebaran Covid-19 ini.

Penerapan skenario New Normal di sekolah menurut saya bukanlah hal yang mudah, se-Ruwet melaksanakan pembelajaran daring di daerah yang belum memiliki akses internet yang memadai.

Bukan pesimis tapi realistis utamanya soal kesiapan, kesiapan pihak sekolah Guru dan Tenaga kependidikah, peserta didik serta orang tua.

Bagi pihak sekolah siapkah menyediakan sarana dan prasarana contohnya ketersediaan tempat cuci tangan yang memadai, bagi guru siapkah membimbing siswa dalam mengikuti protokoler kesehatan yang baik dan benar baik didalam maupun diluar kelas.

Bagi peserta didik siapkah mengikuti protokoler kesehatan utamanya yang masih berada ditingkat satuan pendidikan sekolah dasar serta bagi orang tua siapkah mengijikan anaknya ke sekolah meskipun dengan mengikuti protokoler kesehatan ditengah kondisi seperti sekarang ini, Sekalli lagi saya katakan bahwa keselatan kita semua jauh lebih penting.

Namun jika pada akhirnya skenario New Normal diterapkan disekolah tentunya harus dilaksanakan sebaik mungkin, utamnya soal kesiapan pihak sekolah. Utamanya guru dan tenaga kependidikan yang nantinya akan membimbing peserta didik dalam melaksanakan protokoler kesehatan yang baik dan benar.

Namun tentu terlebih dahulu guru tentu harus mendapatkan edukasi dan sosialisasi tentang protokoler kesehatan. Pada tahap awal menurut saya pihak sekolah baiknya bekerjasama dengan instansi pemerintah khususnya bidang kesehatn dalam memandu pihak sekolah serta peserta didik dalam melaksanakan protokoler kesehtan yang baik dan benar berdasarkan standar yang ditetapkan pemerintah disekolah.

Disamping itu pihak sekolah juga mesti membuat kebijakan terkait dengan jam pelajaran. Sebab keharusan untuk menjaga jarak berdampak pada jumlah siswa yang dapat hadir di sekolah ataupun masuk kedalam kelas diwaktu yang bersamaan dari biasanya.

Kebijakannya adalah dengan membagi shiff atau pergelombang atau sesi pagi dan siang karena meskipun sekolah memiliki gedung yang cukup tetapi sumber daya pengajar disetiap sekolah yang tidak memadai karena kelas bertmbah dari biasanya.

Pengurangan jam juga barangkali diperlukan utamnya bagi sekolah-sekolah yang telah menerapkan full day.

Salam Literasi
Bergerak Menggerakkan
Salam santun dan tamvan (santun lewat tutur kata, tamvan lewat perbuatan)
Tetap kalem dan mengagumkan (kalem dalam senasi, mengagumkan lewat karya dan Inovasi)

Kenalan Dulu Dengan Penulisnya Yuk,

Nama penulis : Syainal, S.Pd
Guru Pendidikan Kewarganegaraan Tingkat SMKN 4 Berau, Kalimantan Timur
Email pengirim : Syainal Enal
Judul pengirim : Jika Skenario New Normal di Sekolah, Siapkah ?

Kamu juga bisa menulis karyamu di belapendidikan, dibaca jutaan pengunjung, dan bisa menghasilkan jutaan rupiah. Klik disini untuk kirim tulisan, atau bisa lewat email kami [email protected]

Ahmad Andrian F
Bukan penulis profesional namun selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk para pembacanya. Mencerdaskan generasi milenial adalah tujuan situs ini berdiri. 800 Penulis sudah gabung disini, kamu kapan ? Ayo daftarkan dirimu melalui laman resmi keluhkesah.com