web portal pendidikan – Selamat pagi sobat jurnaliscun, saya sudah mengirimkan artikel sebelumnya yang menyangkut isu hukum. Nah pada artikel selanjutnya saya akan menjelaskan Isu Hukum Dalam Teori Hukum. Untuk ulasan lebih lengkap dapat anda simak dalam artikel ini.

Isu Hukum Dalam Teori Hukum

Untuk menggali makna lebih jauh dari aturan hukum, tidak cukup dilakukan penelitian dalam ruang lingkup dogmatik hukum, melainkan lebih mendalam lagi memasuki teori hukum.

Apabila penelitian dalam ruang lingkup dogmatik hukum, isu hukum mengenai ketentuan hukum yang didalamnya mengandung pengertian hukum berkaitan dengan fakta hukum yang dihadapi, untuk penelitian pada tataran teori hukum isu hukum harus mengandung konsep hukum.

Konsep hukum dapat dirumuskan sebagai suatu gagasan yang dapat direalisasikan dalam kerangka berjalannya aktivitas hidup bermasyarakat secara tertib. Konsep konsep hukum yang telah dikenal luas oleh masyarakat, misalnya Badan Hukum, Kedaluwarsa, Kekuasaan, Kewenangan, Kepailitan, Hak kekayaan intelektual, dan Pertanggungjawaban Pidana, sangat menunjang aktivitas dan transaksi sosial.

Tidak dapat dibayangkan akankah kehidupan sosial dapat berlangsung seperti sekarang ini tanpa adanya konsep konsep tersebut ?

Penelitian hukum dalam tataran teori ini diperlukan bagi mereka yang ingin mengembangkan suatu bidang kajian hukum tertentu. Hal itu dilakukan untuk meningkatkan dan memperkaya pengetahuannya dalam penerapan aturan hukum.

Baca Juga Artikel Terkait : Mengidentifikasi Isu Dalam Hukum

Dengan melakukan telaah mengenai konsep konsep hukum, para ahli hukum akan lebih meningkatkan daya interpretasi dan juga mampu menggali teori teori yang ada di belakang ketentuan hukum tersebut.

Sebagai suatu contoh dapat dikemukakan masalah di bidang Hak Kekayaan Intelektual. Pada saat terjadinya musibah gempa bumi dan tsunami Aceh pada 26 Desember 2004, beberapa stasiun televisi di antaranya SCTV, Metro, TV dan TVRI meliput bencana itu yang kemudian ditayangkan lewat siaran masing masing.

Contoh Isu Hukum Dalam Hak Kekayaan Intelektual

Bukan tidak mungkin tayangan itu direkam oleh mereka yang berkepentingan baik untuk dokumentasi pribadi atau untuk yang lain. Seandainya suatu rumah produksi sinetron atau film kemudian menghasilkan cerita yang dalam beberapa settingnya menayangkan apa yang telah ditayangkan oleh salah satu stasiun televisi tersebut, perlu kah minta izin kepada stasiun televisi itu dan membayar royalti kepada stasiun tersebut ?

Jika tidak, apakah rumah produksi itu dapat digugat oleh stasiun televisi itu apalagi sinetron tersebut ditayangkan di stasiun lain ?

Isu hukum yang timbul dari masalah ini adalah apakah dalam tindakan tersebut berlaku konsep hukum mengenai fair dealing dalam hukum di bidang Hak Kekayaan Intelektual.

Dalam hal ini peneliti harus dapat menemukan pengertian fair dealing tersebut. Sekali lagi di sini perlu pemahaman mengenai pengertian hukum tertentu. Apabila pengertian itu telah diketemukan, perlu dilihat lebih jauh untuk apa konsep fair dealing itu diadakan ?

Hal ini diperlukan didalam menelaah apakah konsep demikian tertuang di dalam ketentuan ketentuan Undang Undang Hak Cipta Indonesia.

Jika memang ada ketentuan ketentuan yang menyiratkan konsep fair dealing apakah benar benar mengadopsi konsep itu atau mungkin ada penyimpangan atau mungkin ada modifikasi atau bahkan mungkin ada sesuatu yang lain yang hendak dituju sehingga hanya “meminjam” saja konsep itu untuk tujuan yang lain ?

Dalam hal ini peneliti sudah benar benar masuk ke dalam lingkup teori hukum. Mau tidak mau, suka tidak suka peneliti perlu membuka buku buku teks klasik maupun kontemporer.

Seorang yang telah melakukan penelitian mengenai masalah tersebut dapat saja dipanggil sebagai saksi ahli dibidang pengadilan dalam sengketa tersebut. Apabila dalam law firm terdapat divisi atau departemen Hak Kekayaan Intelektual. Dan para penerap hukum juga belajar Hak Kekayaan Intelektual para advokat dari kedua belah pihak akan beradu argumentasi melalui jawaban masing masing ditambah dengan keterangan ahli akan berdiskusi mengenai sesuatu yang berada dalam ruang lingkup konsep.

Isu Hukum Menurut Beberapa Para Ahli

Sebagaimana Hart, Gustav Radlbruch menjadikan perasaan manusia sebagai titik anjak dalam menyusun teori hukumnya.

Bahkan, lebih jauh dari Hart, Radlbruch menentang positivisme yang bebas nilai yang tidak mengakui bahwa antara hukum dan moral terdapat hubungan yang tak dapat dipisahkan.

Menurut Radlbruch, hukum merupakan produk dari budaya manusia sebagaimana semua produk budaya mempunyai makna bagi masyarakat tertentu, hukum pun juga hanya dapat dipahami sebagai upaya masyarakat dalam mewujudkan nilai dan tujuan.

Menurut Radlbruch, tujuan hukum adalah menetapkan aturan bagi suatu masyarakat dalam kerangka keadilan. Dalam kerangka inilah sebenarnya konsep hukum disusun.

Itulah penjelasan dan ulasan yang dapat kami sampaikan tentang Isu Hukum Dalam Teori Hukum. Untuk itu jika ada pertanyaan dan tambahan dapat kalian sampaikan pada kolom komentar dibawah ini. Kami berharap ada respon baik dari para pengunjung pada artikel ini.

Terima kasih juga kami sampaikan kepada para penulis situs belapendidikan.com yang sukarela membagikan ilmu nya berupa artikel untuk diketahui semua pembaca. Dan terima kasih juga kepada para pengunjung yang sudah menyempatkan mampir ke artikel ini.

Ahmad Andrian F
Bukan penulis profesional namun selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk para pembacanya. Mencerdaskan generasi milenial adalah tujuan situs ini berdiri. 800 Penulis sudah gabung disini, kamu kapan ? Ayo daftarkan dirimu melalui laman resmi keluhkesah.com