Web portal pendidikan – Selamat siang sobat belapendidikan, kali ini saya akan menjelaskan istilah dan pengertian leasing. Ada beragam penjelasan dari leasing, dalam artikel ini akan kami ulas tuntas pengertian leasing itu apa. serta hukum leasing seperti apa. Berikut ulasannya.

Definisi Leasing ( Istilah Dan Pengertian Leasing )

Istilah dan pengertian leasing
Istilah dan pengertian leasing

Istilah leasing sebenarnya berasal dari kata lease, yang berarti sewa menyewa. Karena memang dasarnya leasing adalah sewa menyewa. Jadi leasing merupakan suatu bentuk derivatif dari sewa menyewa.

Tetapi kemudian dalam dunia bisnis berkembanglah sewa menyewa dalam bentuk khusus yang disebut leasing atau kadang disebut lease saja, dan telah berubah fungsinya menjadi salah satu jenis pembiayaan. Dalam bahasa Indonesia leasing sering diistilahkan dengan “sewa guna usaha.”

Sungguhpun terdapat berbagai variasi dari para pihak yang terlibat dalam sistem pembiayaan berpolakan leasing, dan pada prinsipnya para pihak tersebut adalah :

1. Lessor

Lessor merupakan pihak yang memberikan pembiayaan dengan cara leasing kepada pihak yang membutuhkannya. Dalam hal ini lessor bisa merupakan perusahaan pembiayaan yang bersifat “multi finance,” tetapi dapat juga perusahaan yang khusus bergerak di bidang leasing.

2. Lessee

Ini merupakan pihak yang memerlukan barang modal, barang modal mana dibiayai oleh lessor dan diperuntukkan kepada lessee.

3. Supplier

Merupakan pihak yang menyediakan barang modal yang menjadi objek leasing, barang modal mana dibayar oleh lessor kepada supplier untuk kepentingan lessee. Dapat juga supplier ini merupakan penjual biasa.

Tetapi ada juga jenis leasing yang tidak melibatkan supplier, melainkan hubungan bilateral antara pihak lessor dengan pihak lessee. Misalnya dalam bentuk Sale and Lease Back.

Hukum Leasing


Tentang apa sebenarnya yang dimaksud dengan leasing itu antara lain disebutkan dalam Surat Keputusan Bersama Menteri Keuangan, Menteri Perindustrian dan Menteri Perdagangan Republik Indonesia No. KEP-122/MK/IV/2/1974, No. 32/M/SK/2/1974/ tentang perizinan usaha leasing.

Selanjutnya menurut Keputusan Menteri Keuangan RI No. 1169/KMK.01/1991 tentang kegiatan Sewa Guna Usaha (Leasing) yang dimaksudkan dengan leasing adalah :

Suatu kegiatan pembiayaan dalam bentuk penyediaan barang modal baik secara sewa guna usaha dengan hak opsi (finance lease) maupun sewa guna usaha tanpa hak opsi untuk dipergunakan oleh lessee

Dari definisi tersebut diatas, dapat disebutkan bahwa yang menjadi elemen dari suatu leasing adalah sebagai berikut:

  1. Suatu pembiayaan perusahaan
  2. Penyediaan barang modal
  3. Keterbatasan jangka waktu
  4. Pembiayaan kembali secara berkala
  5. Hak opsi untuk membeli barang modal
  6. Nilai sisa (Residu)

Sejarah Leasing


Leasing adalah suatu bangunan hukum yang tidak lain merupakan improvisasi dari pranata hukum konvensional yang disebut “sewa menyewa” (lease).

Dikatakan konvensional, karena ternyata sewa menyewa itu merupakan bangunan tua dan sudah lama sekali ada dalam sejarah peradaban manusia. Pranata hukum sewa menyewa yang dikembangkan sebagai ilmu pengetahuan telah terekam dalam sejarah, paling tidak sudah ada sejak kurang lebih 4500 tahun sebelum masehi. Yakni sewa menyewa yang dipraktekkan dan dikembangkan oleh orang orang Sumeria, (Sri Suyatmi, 1992 : 11).

Baca juga :

Sementara leasing dalam arti modern pertama kali berkembang di Amerika Serikat, dan kemudian menyebar ke Eropa bahkan ke seluruh dunia, tidak terkecuali Indonesia.

Di Amerika Serikat, leasing dalam arti modern ini pertama kali diperkenalkan yaitu leasing yang berobjekkan kereta api. Bahkan dalam tahun 1850 telah tercatat adanya perusahaan leasing yang pertama di Amerika Serikat yang beroperasi di bidang leasing kereta api (Eddy P. Soekadi, 1990 : 19).

Macam Macam Leasing


Pada prinsipnya ada dua maam prototipe leasing, yaitu leasing yang berbentuk operating dan leasing yang berbentuk finansial. Namun demikian terdapat juga berbagai bentuk lainnya yang lebih merupakan derifatif dari kedua bentuk pokok tersebut. Untuk itu akan ditinjau satu persatu.

  • Operating Lease
  • Financial Lease

Operating lease disebut juga Service Lease. Operating lease ini biasanya merupakan suatu corak leasing dengan karakteristik sebagai berikut :

  • Jangka waktu berlakunya leasing relatif singkat dari usia ekonomis dari barang tersebut
  • Bersarnya harga sewa lebih kecil ketimbang harga barang ditambah keuntungan
  • Tidak diberikan “hak opsi” bagi lessee untuk membeli barang di akhir masa leasing
  • Biasanya operating lease dikhususkan untuk barang barang yang mudah terjual setelah pemakaian
  • Biasanya harga sewa setiap bulannya dibayar dengan jumlah yang tetap

Financial Lease ini sering disebut juga dengan capital lease atau full payout lease. Financial lease merupakan corak leasing yang lebih sering diterapkan dengan ciri sebagai berikut.

  • Jangka waktu berlakunya leasing relatif panjang
  • Besarnya harga sewa plus hak opsi harus menutupi harga barang plus keuntungan yang diharapkan oleh lessor
  • Diberikan hak opsi untuk lessee untuk membeli barang di akhir masa leasing
  • Biasanya lessee yang menanggung biaya pemeliharaan, kerusakan, pajak dan asuransi
  • Kontrak leasing tidak dapat dibatalkan sepihak

Perbedaan Leasing Dengan Perjanjian Lain

Ada beberapa bentuk perjanjian lain yang mirip dengan leasing tetapi sebenarnya terdapat perbedaan perbedaan tertentu. Perjanjian perjanjian tersebut adalah sebagai berikut.

1. Beda Loan Dengan Leasing

Terdapat perbedaan antara loan dengan leasing. Karena terdapat perbedaan antara leasing dengan loan (pinjam uang), maka ketentuan hukum tentang pinjam meminjam dalam buku ketiga KUH Perdata tidak berlaku terhadap leasing.

Demikian juga tidak berlaku untuk leasing segala ketentuan tentang loan dalam peraturan perundang undangan lain, seperti dalam Undang Undang Perbankan, dan peraturan perbankan lainnya.

2. Beda Sewa Menyewa dengan Leasing

Walaupun ada jenis leasing yang mirip dengan sewa menyewa seperti Operating lease misalnya, tetapi pada prinsipnya leasing tidak sama dengan sewa menyewa. Bahwa dilihat dari istilah leasing yang dipakai, memang benar bahwa leasing merupakan pengembangan dari sewa menyewa.

3. Beda Jual Beli dengan Leasing

Jual beli merupakan salah satu jenis “perjanjian bernama” versi KUH Perdata, yang pengaturannya terdapat dalam buku ketiga KUH Perdata tersebut.

Tetapi karena leasing bukan jual beli, maka seperti juga tentang perjanjian pinjam meminjam atau sewa menyewa, maka ketentuan KUH Perdata tentang jual beli pun tidak berlaku untuk leasing.

Itulah penjelasan dari istilah dan pengertian leasing. Kritik dan saran yang membangun sangat kami harapkan untuk pengembangan artikel ini lebih lanjut.

Kamu juga bisa menulis karyamu di belapendidikan, dibaca jutaan pengunjung, dan bisa menghasilkan jutaan rupiah. Klik disini untuk kirim tulisan, atau bisa lewat email kami redaksi@belapendidikan.com

Ahmad Andrian F
Bukan penulis profesional namun selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk para pembacanya. Mencerdaskan generasi milenial adalah tujuan situs ini berdiri. 800 Penulis sudah gabung disini, kamu kapan ? Ayo daftarkan dirimu melalui laman resmi belapendidikan.com