Jurnaliscun.com – Pagi yang sejuk seperti ini , di temani dengan kopi hangat dan sebuah laptop , ga afdol namanya kalo sudah memegang laptop ga buat artikel, hmm, sesuai topik diatas saya akan menjelaskan “Istilah dan Pengertian Jual Beli”.


Sobat Jurnaliscun pasti tau kan apa itu jual beli ? yak secara pandangan awam jual beli itu ialah transaksi antara si penjual dengan si pembeli , dengan kesepakatan harga dan penawaran, dalam hal jual beli pasti ada dong yang namanya tawar menawar ? bener banget, pembeli pasti mau yang murah dong ? hehee saya kalo jadi pembeli juga pasti nyari barang dengan harga murah dan kualitas oke.

Nah, untuk sobat yang mau tau penjelasan lebih panjang mengenai jual beli. yok simak artikel yang saya sajikan pagi hari ini.

Definisi Jual Beli 

definisi jual
Download Jual Beli

Jual beli adalah suatu perjanjian bertimbal balik dalam mana pihak penjual berjanji untuk menyerahkan hak milik atas suatu barang, sedangkan pihak si pembeli berjanji untuk membayar harga yang terdiri atas sejumlah uang sebagai imbalan dari perolehan hak milik tersebut.

Perkataan jual beli menunjukan bahwa dari satu pihak perbuatan dinamakan menjual, sedangkan dari pihak lain dinamakan membeli. Istilah yang mencakup dua perdebatan yang bertimbal balik itu adalah sesuai dengan istilah Belanda “koop en verkoop” yang artinya bahwa pihak yang satu “verkoop” (menjual) sedangkan “koopt” (membeli). Dalam bahasa Inggris jual beli tersebut hanya “sale” yang berarti “penjualan” (hanya dilihat dari sudut penjual) begitu pula dengan bahasa perancis disebut dengan “vente” yang juga berarti “penjualan”, sedangkan dalam bahasa Jerman “kauf” yang artinya “pembelian”.

Barang yang menjadi objek perjanjian jual beli harus cukup tertentu, setidak tidaknya dapat ditentukan ujud dan jumlahnya pada saat ia akan diserahkan hak miliknya kepada si pembeli.
Dengan demikian adalah sah menurut hukum misalnya jual beli mengenai panenan yang akan diperoleh pada suatu waktu dari sebidang tanah tertentu.

Jual Beli yang dilakukan dengan percobaan atau mengenai barang barang yang biasanya dicoba terlebih dahulu, selalu dianggap telah dibuat dengan suatu syarat tangguh (pasal 1463 B.W)

Saat Terjadinya Perjanjian Jual Beli

Unsur unsur pokok (“essentialia”) perjanjian jual beli adalah barang dan harga. Sesuai dengan asas “konsensualisme” yang menjiwai hukum perjanjian,, perjanjian jual beli itu sudah dilahirkan pada detik tercapai nya “sepakat” mengenai barang dan harga. Begitu kedua pihak sudah setuju tentang barang dan harga, maka lahirlah perjanjian jual beli yang sah.

Kewajiban Kewajiban si Penjual

Bagi pihak penjual ada dua kewajiban utama yaitu :
a. menyerahkan hak milik atas barang yang diperjual beli kan
b. menanggung kenikmatan tentram atas barang tersebut dan menanggung terhadap cacad cacad yang tersembunyi

a. Kewajiban menyerahkan hak milik

Kewajiban menyerahkan hak milik meliputi segala perbuatan yang menurut hukum diperlukan untuk mengalihkan hak milik atas barang yang di perjual beli kan itu dari si penjual kepada si pembeli.

b. Kewajiban menanggung kenikmatan tentram dan menanggung terhadap cacad cacad tersembunyi

Kewajiban untuk menanggung kenikmatan tentram merupakan konsekuensi dari pada jaminan yang oleh penjual diberikan kepada pembeli bahwa barang yang dijual dan dilever itu adalah sungguh sungguh miliknya sendiri yang bebas dari sesuatu beban atau tuntutan dari sesuatu pihak.

Kewajiban Kewajiban si Pembeli

Kewajiban utama si pembeli ialah membayar harga pembelian pada waktu dan tempat sebagaimana ditetapkan menurut perjanjian

Soal Risiko Dalam Perjanjian Jual Beli

Risiko ialah kewajiban memikul kerugian yang disebabkan oleh suatu kejadian (peristiwa) diluar kesalahan salah satu pihak.
Misalnya : barang yang diperjual belikan musnah diperjalanan karena kapal laut yang mengangkut keram ditengah laut akibat serangan badai.

Mengenai Risiko dalam jual beli ini ada tiga peraturan, yaitu :
a. mengenai barang tertentu (pasal 1460)
b. mengenai barang yang dijual menurut berat, jumlah atau ukuran (pasal 1461)
c. mengenai barang barang yang dijual menurut tumpukan (pasal 1462)

Hak Reklame

Perkataan “Reklame” yang artinya “menuntut kembali”, jika jual beli dadakan tanpa sepengetahuan janji bahwa harga barang boleh diangsur atau dicicil (jual beli yang demikian dinamakan jual beli “tunai”) dan jika pembeli tidak membayar harga itu, maka selama barangnya masih berada ditangannya si pembeli, penjual dapat menuntut kembali barangnya, asal penuntutan kembali itu dilakukan dalam jangka waktu tiga puluh hari.

Hak seorang penjual barang ini terkenal dengan nama ” hak reklame ”  dan diatur dalam pasal 1145, suatu pasal yang terdapat dalam Buku II (hukum Belanda) dalam bagian tentang “piutang piutang yang diistimewakan” (“privileges”). hak reklame ini mengenal barang bergerak.

Sobat jurnalis, apa kalian sudah puas dengan penjelasan panjang saya mengenai jual beli? jika ada yang kurang sobat dapat menambahkan nya di kolom komentar yang sudah di sediakan dibawah. Jika ada salah salah kata mohon dimaafkan, penulis hanya manusia biasa yang mencoba membagikan ilmunya kepada sobat sobat jurnalis.

Artikel dapat sobat download disini atau bisa sobat download di atas (di dalam gambar “Download”)

Ahmad Andrian F
Bukan penulis profesional namun selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk para pembacanya. Mencerdaskan generasi milenial adalah tujuan situs ini berdiri. 800 Penulis sudah gabung disini, kamu kapan ? Ayo daftarkan dirimu melalui laman resmi keluhkesah.com