Integritas Peran Keluarga, Lembaga Pendidikan dan Masyarakat Dalam Membentuk Karakter Anak

oleh -3.176 views
integritas peran keluarga dalam membentuk karakter anak
integritas peran keluarga dalam membentuk karakter anak

Peran Keluarga, Lembaga Pendidikan dan Masyarakat

Keluarga memiliki peran yang sangat penting dalam membina anak. Keluarga menjadi sekolah pertama bagi anak-anak sebelum memasuki pendidikan formal. Adanya keluarga menjadi penunjang yang paling membantu dalam proses pembentukan pribadi seorang anak untuk masa depan diri dan bangsanya.

Oleh sebab itu para Sosiolog meyakini, bahwa kebobrokan masyarakat disebabkan karena kebobrokan keluarganya. Keluarga memiliki posisi penting dan efektif dalam fungsinya sebagai departemen awal untuk keberhasilan seorang anak. Sebaliknya, jika keluarga telah gagal menjadi departemen terbaik untuk anaknya, dipastikan seorang anak juga akan menjadi pribadi yang tidak baik.

Dari sisi psikologis, peran keluarga juga sebagai lembaga pertama pembentuk karakter seorang anak untuk menjadi pribadi pemberani, tidak minder di hadapan orang, berani berpendapat dan belajar kejujuran. Dalam kaitannya dengan ini, seorang Ibu dan Bapak menjadi tauladan utama baginya. Orang tua yang mengajarkan anaknya untuk menjadi anak yang pemberani, jujur, baik maka dipastikan sedari kecil akan mengikuti menjadi apa yang diinginkan orang tuanya.

Namun sebaliknya, jika orang tua tidak memiliki peran dalam mengajarkan dan mencontohkan tindakan-tindakan positif di atas, niscaya anak akan menjadi manusia yang pesimistis dan minder serta tidak jujur.

Selain keluarga, peran lembaga pendidikan juga menunjang anak untuk menjadi pribadi yang baik, tidak saja baik dalam prestasi, tetapi juga karakter yang baik. Sebagaimana dikatakan oleh Fraenkel (2007), bahwa peran sekolah bukan saja menjadi tempat transfer of knowladge, tetapi juga menjadi tempat yang mengajarkan nilai-nilai kebaikan.

Baca : Benarkah Keturunan akan menentukan tingkat kecerdasan anak ?

Dengan perkembangan zaman yag dahsyat, pendidikan anak tidak mungkin hanya dibebankan kepada keluarga, akan tetapi juga melalui peran pendidikan resmi. Lembaga pendidikan menjadi tempat kelanjutan seorang anak dalam mengukir prestasi baik dari sisi akademik ataupun karakter yang baik.

Selain peran keluarga dan lembaga pendidikan, komponen lain yang sangat penting dalam membentuk pribadi anak didik adalah komponen masyarakat. Masyarakat di sini ialah orang-orang yang tidak memiliki hubungan famili dengan seorang anak di dalam pendidikan atau wilayah bermainnya. Masyarakat yang dimaksud juga orang-orang yang sering melihat kegiatan seorang anak dalam sehari-harinya. Sebagaimana menurut pakar al-Quran Quraish Shihab (1996), bahwa masyarakat memiliki pengaruh besar dalam mempengaruhi keberhasilan penanaman nilai-nilai estetika dan etika seorang anak yang telah didapatkan melalui pendidikannya.

Aktivitas masyarakat yang baik, akan dicontoh oleh seorang anak didik dalam rangka mengikuti bahkan menerapkan pelajaran-pelajaran yang didapatkan di lembaga pendidikannya. Aktivitas tersebut misalnya seperti gotong royong, tidak membuang sampah sembarangan, tidak mencorat-caret tembok rumah dan fasilitas umum dan menegur perbuatan salah. Dengan begitu, seorang anak akan peka dalam menghadapi kehidupan di lingkungannya kelak ketika sudah dewasa. Sebaliknya, masyarakat yang tidak memberikan pendidikan bagi seorang anak akan menanamkan sikap apatis dan egois seorang anak.

Bahkan lebih dari itu, seorang anak akan bersikap tertutup dan enggan untuk bergaul dengan orang lain selain keluarganya. Padahal, masyarakat menjadi komponen ketiga yang sangat penting dalam menumbuhkembangkan anak didik untuk memulai mempraktikan pelajaran-pelajaran di sekolah atau pendidikan yang didapat dari keluarganya.

Membentuk Anak Didik Berkarakter

Pendidikan menempati posisi penting bagi generasi penerus bangsa. Maju atau mundurnya suatu bangsa tergantung kualitas pendidikan di dalamnya. Pendidikan yang dimaksud di sini bukan saja mentransfer ilmu kepada anak didik melalui lembaga sekolah, akan tetapi juga pendidikan karakter yang mempraktikan nilai-nilai etika dan estetika, baik kepada Tuhan, sesama manusia dan seluruh alam. Pendidikan karakter akan menyempurnakan ilmu-ilmu yang seorang anak dapatkan dalam kegiatan belajar di kelasnya.

Untuk membentuk anak didik yang berkarakter – berkarakter akademis dan berkarakter nilai-nilai etika – peran keluarga, lembaga pendidikan dan masyarakat adalah kunci utamanya. Ketiganya adalah komponen yang sangat tepat untuk membentuk pribadi anak didik sebagai pribadi yang berprestasi dan memiliki akhlak yang baik kepada sesama teman, keluarga dan masyarakat umum.

Baca : Pendidikan agama dan pendidikan berkarakter

Pembentukan anak didik yang berkarakter akan tercapai jika keluarga, sebagai madrasah pertama seorang anak; lembaga pendidkian sebagai penguatan pendidikan; dan masyarakat sebagai contoh makro dalam dunia luar seorang anak, semuanya terintegrasi dengan baik dan saling melengkapi. Sehingga dengan demikian, keberhasilan seorang anak baik dari sisi intelektual, kualitas spiritual, dan kepekaan sosial akan muda untuk tercapai.

Lufaefi, Penulis adalah Mahasiswa tingkat Akhir S1 di Sekolah Tinggi Filsafat Islam (STFI) Sadra Jakarta.

Artikel ini ditulis oleh Lufaefi kamu juga bisa menulis karyamu di belapendidikan, dibaca jutaan pengunjung, dan bisa menghasilkan jutaan rupiah setiap bulannya, Daftar Sekarang

Tentang Penulis: Ahmad Andrian F

Gambar Gravatar
Bukan penulis profesional namun selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk para pembacanya. Mencerdaskan generasi milenial adalah tujuan situs ini berdiri. 800 Penulis sudah gabung disini, kamu kapan ? Ayo daftarkan dirimu melalui laman resmi keluhkesah.com