Harapan Pendidikan Yang Tak Sesuai Realita

oleh -821 views
harapan pendidikan yang tak sesuai realita
harapan pendidikan yang tak sesuai realita

Harapan Pendidikan yang Tak Sesuai Realita

Dalam laporan terbaru Program Pembangunan PBB tahun 2013, Indonesia menempati posisi 121 dari 185 negara dalam Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dengan angka 0,629. Dengan angka itu Indonesia tertinggal dari dua negara tetangga ASEAN yaitu Malaysia (peringkat 64) dan Singapura (18), sedangkan IPM di kawasan Asia Pasifik adalah 0,683.

Ketiga, Kondisi minat baca bangsa yang sangat memperihatinkan Berdasarkan studi “Most Littered Nation In the World” yang dilakukan oleh Central Connecticut State Univesity pada Maret 2016 lalu, Indonesia dinyatakan menduduki peringkat ke-60 dari 61 negara soal minat membaca (JAKARTA, KOMPAScom).

Keempat, jumlah guru yang sesuai dengan kualifikasi saat ini masih belum merata di daerah khususnya daerah daerah dipedalaman dan daerah diperbatasan negara.

Menurut Direktur Jenderal Pendidikan Dasar (Dikdas) Kemendikbud Hamid Muhammad saat ini banyak sekolah dasar (SD) di Indonesia kekurangan tenaga guru. Jumlahnya diperkirakan mencapai 112 ribu guru.

Diluar kendala-kendala tersebut, saat ini dunia pendidikan Indonesia juga telah masuk “critical condition” hal ini dapat dilihat banyaknya kerap terjadi kasus kekerasan antara guru dan murid yang bahkan pada sebuah kasus di Madura menyebabkan guru menjadi korban aniaya hingga meninggal oleh muridnya sendiri.

Dan sebagai generasi muda kita harus bisa menemukan sebuah solusi yang bersifat preventif dan juga dapat meminimalisir kendala beserta masalah tersebut. Beberapa tindakan yang dapat kita lakukan adalah;

Pertama, membuat sebuah Taman Baca, tujuan dari pembuatannya dalah untuk memberikan pelajaran serta menanamkan pendidikan karakter kepada anak-anak putus sekolah serta menjadi ladang membaca bagi masyarakat umum agar menjadi gemar membaca.

Kedua, membuat sebuah Forum Pelajar Cinta Negeri (FPCN), isi dari forum ini adalah pelajar yang bertujuan untuk bekerjasama dalam mencari buku atau bahan ajar dalam mengisi dan memfasilitasi taman baca tersebut, serta menjadi mentor dalam taman baca tersebut untuk memberikan pelajaran gratis bagi anak-anak putus sekolah.

Dalam menyelesaikan kendala-kenadala beserta masalah tersebut maka yang bisa mengubahnya tidak lain adalah kita sendiri yaitu bangsa Indonesia. untuk menyelesaikannya yang kita butuhkan hanyalah kerja sama, sama halnya seperti merdeka, kita merdeka karena budaya yang mendarah daging yaitu gotong royong.

Maka dalam menyelesaikan masalah ini pula kita hanyalah perlu bekerja sama karena kita asalnya dalah rakyat gotong royong.

Terima kasih telah membaca artikel harapan pendidikan yang tak sesuai realita, kritik dan saran yang membangun sangat kami harapkan demi pengembangan artikel ini lebih lanjut.

Artikel ini ditulis oleh Muhammad Fauzan, kamu juga bisa menulis karyamu di belapendidikan, dibaca jutaan pengunjung, dan bisa menghasilkan jutaan rupiah. Klik disini untuk kirim tulisan

Tentang Penulis: Ahmad Andrian F

Gambar Gravatar
Bukan penulis profesional namun selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk para pembacanya. Mencerdaskan generasi milenial adalah tujuan situs ini berdiri. 800 Penulis sudah gabung disini, kamu kapan ? Ayo daftarkan dirimu melalui laman resmi keluhkesah.com