Harapan Baru “Kurikulum Prototipe” Tahun 2022

oleh -7 Dilihat
Harapan baru kurikulum prototipe
Harapan baru kurikulum prototipe

Web portal pendidikan – Selamat siang sobat keluhkesah.com, kali ini kita akan membahas mengenai Harapan baru “kurikulum prototipe” yang akan dilaksanakan mulai tahun 2022. Berikut ulasannya dibawah ini.

Harapan Baru “Kurikulum Prototipe”


Setelah membaca draft tentang arah pengembangan kurikulum ataupun “asupan kurikulum” beberapa orang menyebutnya demikian, yang akan diterapkan pada tahun 2022-2024 yakni kurikulum prototipe, saya nampaknya menaruh harapan pada kurikulum ini.

Harapan yang berdasar pada hal-hal baru dari kurikulum ini untuk dunia pendidikan yang yang lebih baik. Draft tentang kurikulum prototipe ini dikeluarkan oleh Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kemdikbudristek tertanggal 20 November 2021.

Kurikulum prototipe sendiri merupakan kurikulum yang diberikan bagi satuan pendidikan (sekolah) sebagai opsi untuk melakukan pemulihan pembelelajaran selama 2022-2024. Sedangkan untuk kebijakan kurikulum nasional akan dikaji ulang pada tahun 2024.

Kurikulum ini sebenarnya sudah diterapkan dibeberapa sekolah selama 2021-2022. Namun belum menyeluruh, penerapannya baru di sekolah-sekolah yang termasuk kedalam SP (sekolah penggerak dan SMK PK (pusat keunggulan).

Sedangkan untuk satuan pendidikan yang tidak termasuk kedua kategori diatas menggunakan Kurikulum 2013 (K-13) dan atau kuriukulum darurat (kuriukulum 2013 yang disederhankan).


Terdapat Hal Baru Yang Ada Di kurikulum Saat Ini, Apakah Itu ?


Secara khusus dalam hal muatan kurikulum, ada beberapa hal baru dalam kurikulum ini, yang berbeda dengan kurikulum saat ini, antara lain; untuk jenjang sekolah dasar (SD) Untuk memahami lingkungan sekitar, mata pelajaran IPA dan IPS akan digabung Menjadi mata pelajaran ilmu pengetahuan alam dan sosial (IPAS).

Untuk jenjang sekolah menengah pertama (SMP) Mata pelajaran informatika menjadi mata pelajaran wajib. Menurut saya ini merupakan terobosan yang baik, karena memang di era digital ini literasi digital menjadi hal yang sangat penting.

Literasi digital yang tidak hanya berkaitan dengan kemampuan dalam menggunakan berbagai macam perangkat digital tetapi juga kecakapan (bijak) bermedia digital. mengenai pengajar mata peajaran informatika itu tidak mesti dari jurusan informatika.

Selanjutnya jenjang Sekolah menengah atas (SMA), dalam kurikulum prototipe ini program peminatan atau penjurusan tidak diberlakukan lagi dan yang menurut saya paling progresif dalam kurikulum ini adalah menulis esai ilmiah sebagai syarat kelulusan. Bahkan saya berharap persyaratan ini juga diberlakukan untuk jenjang SMK.

Sekolah sebagai institusi pendidikan memang harus kental dengan nuansa akademis budaya literasi adalah salah satunya. Dengan diberlakukannya esai ilmiah ini sebagai syarat kelulusan maka, siswa tidak hanya akan lebih giat lagi belajar menulis, tetapi juga membaca sebagai pondasi awal untuk menulis.

Baca juga : Literasi sebagai pintu masa depan pendidikan

Kemampuan menulis esai ilmiah manfaatnya jangka Panjang, tidak terbatas pada pemenuhan persyaratan kelulusan tetapi juga sebagai modal bagi siswa untuk menulis karya ilmiah ketika melanjutkan ke perguruan tinggi.

Guru, yang kedepannya kemumgkinan akan menjadi penilai esai ilmiah tersebut juga akan terpaju untuk terus belajar agar dapat menjadi penilai yang berkompeten.

Untuk jenjang SMK, perubahannya adalah sturktur lebih sederhana dengan dua kelompok mata pelajaran yakni, kelompok umum dan kejuruan dengan peningkatan persentase kelompok kejuruan dari yang sebelumnya 60 persen menjadi 70 persen serta perubahan-perubahan lain disetiap jenjangnya.

Selanjutnya akan ada pelatihan dan pendampingan kepada komite pembelajaran (Guru, Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah) dalam upaya peningkatan kapasitas guru dan sekolah dalam menerjemahkan kurikulum ini menjadi kurikulum sekolah.

Kurikulum memang bukanlah acuan tunggal, atau satu-satunya komponen yang menjadi titik fokus perhatian kita dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan. Selain kurikulum, kesiapan guru dalam hal kompetensi dan ketersediaan sarana dan prasarana pembelajaran juga memegang peran yang penting.

Tetapi kurikulum sebagai acuan sistem pendidikan, dimana proses pendidikan diautur,dipengaruhi da dinilai berdasarkan kriteria yang ada di dalam kurikulum, menjadikan kurikulum menempati posisi yang sentral dalam sistem pendidikan.

Karena hal tersebut pulalah yang menjadikan pembicaraan tentang kurikulum dikalangan praktisi dan pengamat pendidikan tak terkecuali guru selalu menarik untuk diikuti. Baik dalam upaya pengembangan kurikulum mupun pergantian kurikulum.

Kita tentu berharap bahwa perubahan kurikulum yang akan dikaji ulang pada tahun 2024 betul-betul sebuah keharusan, keharusan untuk menjawab tantangan zaman. Sehingga perubahan kurikulum betul-betul berbasis kebutuhan bukan sekadar keinginan. Kurikulum baru ini kita harapkan dapat menjadi solusi terhadap problematika pendidikan kita.

Proses digitalisasi pendidikan sebagai tuntutan dalam pembelajaran abad ke-21 juga perlu mendapatkan ruang khusus dalam kurikulum baru yang akan dikembanhkan pada tahun 2024. Pemerataan sarana dan prasarana menjadi kuncinya. Kesiapan guru dan sekolah dalam menerjemahkan dan menjalankan kurikulum baru kedepannya juga harus menjadi titik perhatian.

Pola pelatihan dan pendampingan dilakukan secara sistematis, terstruktur dan universal serta untuk rancangan jangka panjang. Kurikulum sebagai sebuah kebijakan mesti dipandang sebagai panduan utama pendidikan ketimbang sebuah regulsi semata.

Dengan demikian semangat yang tertuang di dalamnya adalah semangat perbaikan demi kemajuan Bersama. Pada gilirannya perubahan kurikulum merupakan sebuah keharusan, sebagai upaya menyesuiakan dengan perkembangan zaman bukan berdasarkan pergantian rezim.

Penulis artikel Harapan Baru "kurikulum Prototipe"
Penulis artikel Harapan Baru “kurikulum Prototipe”

Penulis : Syainal, S.Pd
Seorang Guru PPKn di SMK N 4 Berau
Email penulis : syainalenal973@gmail.com
Judul tulisan : Harapan Baru “Kurikulum Prototipe”

Terima kasih telah membaca artikel dengan judul “Harapan Baru – Kurikulum Prototipe, kritik dan saran yang membangun sangat kami harapkan demi pengembangan artikel lebih lanjut.

kamu juga bisa menulis karyamu di keluhkesah, dibaca jutaan pengunjung, dan bisa menghasilkan jutaan rupiah setiap bulannya, Daftar Sekarang

Tentang Penulis: Ahmad Andrian F

Gambar Gravatar
Bukan penulis profesional namun selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk para pembacanya. Mencerdaskan generasi milenial adalah tujuan situs ini berdiri. 800 Penulis sudah gabung disini, kamu kapan ? Ayo daftarkan dirimu melalui laman resmi keluhkesah.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *