Web portal pendidikan – Selamat malam sobat jurnalis. Pada malam ini saya berkesempatan untuk membuat suatu artikel edukasi tentang Hak Asasi Manusia, dengan judul artikel yaitu Hak Asasi Manusia Pada Abad ke 20 dan Awal Abad ke 21. Tanpa basa basi saya akan menjelaskan dan mengulas tentang judul artikel diatas.

 Hak Asasi Manusia pada Abad Ke 20 dan Awal Abad Ke 21

Dalam perkembangan berikutnya terjadi perubahan dalam pemikiran mengenai hak asasi, antara lain karena terjadinya depresi besar (the Great Depression) sekitar tahun 1929 hingga 1934, yang melanda sebagian besar dunia.
Depresi ini, yang mulai di Amerika dan kemudian menjalar ke hampir seluruh dunia, berdampak luas. Sebagian besar masyarakat tiba tiba ditimpa pengangguran dan kemiskinan.
Di luar Amerika pun dampaknya cukup besar. Di Jerman, depresi turut berakibat timbulnya Naxisme yang dipimpin oleh Adof Hitler. Perkembangan ini menyebabkan banyak orang bermigrasi ke Amerika dan negara negara demokrasi lainnya.
Jutaan orang Yahudi yang tidak sampai meninggalkan Jerman, ditahan dan dibunuh dalam berbagai kamp konsentrasi (Holacaust).
Dalam suasana itu Presiden Amerika Serikat, Roosevelt pada 1941 merumuskan Empat Kebebasan (The Four Freedoms), yaitu kebebasan berbicara dan menyatakan pendapat, kebebasan beragama, kebebasan dari ketakutan dan kebebasan dari kemiskinan.
Khususnya hak untuk bebas dari kemiskinan mencerminkan perubahan dalam pemikiran beberapa kalangan, sekalipun masih terbatas pada segelintir orang yang berpandangan luas.
Mereka berpendapat bahwa hak politik sendri tidak cukup menciptakan kebahagiaan. Misalnya hak menyatakan pendapat atau hak memberi suara dalam pemilihan umum sekali dalam empat atau lima tahun, tidak ada artinya bagi orang miskin, kecuali jika disertai pemenuhan kebutuhan yang paling pokok, yaitu tempat berlindung, pangan dan pakaian.
Pada 1941 Presiden Roosevelt menjelaskan paradigma baru ini sebagai berikut: “Kami sepenuhnya menyadari fakta bahwa tidak mungkin ada kebebasan bagi manusia tanpa keamanan serta kemandirian ekonomis (We Have Come to a Clear Realization of The Fact That True Individual Freedom Cannot Exist Without Economic Security and Independence).
Kebetulan sistem ekonomi kapitalis yang berlaku, terutama sesudah Perang Dunia II, berhasil meningkatkan produksi sehingga membawa kemakmuran bagi rakyat.
Berkat berkembangnya pemikiran Lord Keynes (1883 – 1946) serta pemikiran sosialisme yang diperjuangkan oleh partai partai sosial demokrat di Eropa dan partai Demokrat di Amerika Serikat hasil produksi yang tinggi dapat dibagi secara lebih merata.
Kesenjangan antara golongan kaya dan golongan miskin sedikit banyak dapat diatasi antara lain melalui sistem pajak yang bebannya terutama dipikul oleh golongan kaya. Dengan demikian, kebanyakan negara demokrasi Barat sudah mencapai tahap Negara Kesejahteraan di mana sebagian besar kebutuhan sosial ekonomi telah terpengaruhi.
Proses terjadinya Negara Kesejahteraan di negara negara Barat telah berjalan sebagai sesuatu yang sudah sewajarnya, tanpa secara formal mengacu pada rumusan internasional mengenai hak asasi ekonomi.
Maka dari itu, tidak mengherankan jika banyak negara barat, terutama Amerika Serikat, berkeberatan jika hak hak asasi manusia di bidang ekonomi terlalu ditonjolkan.
Sebaliknya, hak yang bersifat politik di negara negara Eropa Barat merupakan hasil perjuangan panjang melawan tirani, dan telah berhasil mewujudkan demokrasi dan gaya hidup yang cukup tangguh. Dapat dikatakan bahwa hak politik lebih berakar dalam tradisi masyarakat Barat ketimbang hak ekonomi.
Sementara itu di belahan Timur Eropa telah terjadi perubahan besar yang dampaknya terasa di seluruh Eropa dan Amerika. Di Rusia pada 1917 telah terjadi revolusi menentang kekuasaan Tsar.
Dengan dipimpin oleh Lenin (1870-1924) golongan komunis berhasil mendirikan negara baru berdasarkan ideologi Marxisme-Leninisme atau komunisme. Revolusi ini membawa penderitaan besar khususnya bagi kalangan atas.
Pada tahap berdirinya, Uni Soviet berusaha untuk mentransformasikan dari negara agraris menjadi negara industri. Akan tetapi pembangunan industri berat terlalu di prioritaskan, sehingga menimbulkan penderitaan besar dikalangan rakyat.
Hal itu berubah saat keadaan sosial ekonomi ditingkatkan melalui penyediaan kesempatan kerja, perumahan, serta pendidikan. Hak ekonomi dianggap lebih substantif dan hak politik yang di cap “borjuis” dan bersifat prosedural saja.
Dalam UUD 1936 hak ekonomi sangat ditonjolkan dan kemudian di Forum PBB dengan gigih diperjuangkan. Bahkan hak politik dianggap dapat mengganggu usaha mengonsolidasi komunisme sebagai ideologi tunggal.
Hal ini tidak berarti bahwa hak politik secara resmi tidak diakui. Dalam UUD 1936 (Pasal 125) ada empat hak politik yang dijamin, asal “sesuai dengan kepentingan rakyat pekerja dan memperkuat dan mengembangkan sistem sosialis.”
Dalam UUD 1977 hal itu diulang kembali dalam Pasal 50 dan ditambah dengan ketentuan dalam Pasal 39 bahwa semua hak yang dijamin dalam UUD:
… tidak boleh dilaksanakan dengan merugikan kepentingan kepentingan masyarakat atau negara, atau melanggar hak hak warga negara lain.
Dengan kata lain, jika suatu hak dianggap sebagai ancaman terhadap ideologi komunisme, maka hak itu tidak memperoleh perlindungan. Dengan demikian bobot hak asasi sangat terbatas maknanya. Sebagai akibatnya Uni Soviet pada masa lalu selalu dikecam sebagai negara pelanggar hak asasi yang termasuk paling besar.
Pandangan ini berubah secara radikal sesudah terjadinya perpecahan dalam dunia komunis di Eropa Timur pada akhir 1989. Dewasa ini negara negara Eropa Timur yang tadinya berdasarkan sistem komunis, berada dalam transisi ke arah demokrasi dan mendekatkan diri dengan negara negara Barat, berikut pandangan mengenai hak asasi.
Nah, itulah penjelasan dari judul yang saya buat diatas. Lebih dan kurangnya saya mohon maaf, Terima kasih sudah membaca artikel kami yang berjudul “Hak Asasi Manusia Pada Abad ke 20 dan Awal Abad ke 21
JURNALISCUN TAGS
 
Hak Asasi Manusia Pada Abad Ke 20
Hak Asasi Manusia Pada Abad Ke 21
HAM Pada Abad ke 20 dan Awal Abad ke 21
Penjelasan dari Hak Asasi Manusia Pada Abad ke 20 dan 21
Ahmad Andrian F
Bukan penulis profesional namun selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk para pembacanya. Mencerdaskan generasi milenial adalah tujuan situs ini berdiri. 800 Penulis sudah gabung disini, kamu kapan ? Ayo daftarkan dirimu melalui laman resmi keluhkesah.com