Jurnaliscun.com – Untuk artikel kali ini saya akan menjelaskan beberapa definisi dari Etika dan Teologi Jabatan, masing masing dari kata tersebut mempunyai pengertian sendiri sendiri, nah, apa saja pengertian itu ? simak penjelasanya berikut.
Artikel dapat anda miliki disini Etika dan Teologi Jabatan
Pengertian
 
Yang dimaksud dengan jabatan adalah satuan dan mewakili organisasi. Jabatan struktural adalah jabatan yang menunjukan suatu posisi formal di dalam suatu organisasi, yang lazim disebut kepala. Jika content sebuah job adalah hak dan kewajiban, tugas dan tanggung jawab, maka content sebuah jabatan lebih daripada content job. Di dalam sebuah jabatan (position) tertanam seperangkat kewenangan (authority) bahkan kekuasaan (power) untuk mengambil keputusan yang mengikat dan kekuatan (force, dukungan atasan, legitimasi, keabsahan) untuk menegakkan keputusan itu. Orang mengatakan “Absolute power tends corrupt,” maka dapatlah dibayangkan betapa pentingnya etika dan teologi jabatan itu.
Etika Adalah
Pentinya Etika Itu
Etika bersangkut paut dengan kesadaran bertindak atau bekerja secara sadar berarti menyadari motif atau sebab dan akibat tindakan yang bersangkutan. Sadar meliputi sadar dan bebas (memilih) dan sadar tetapi tidak bebas memilih. Dalam menentukan pilihan seseorang memerlukan pegangan. Ada berbagai macam pegangan : teknis, administratif, legalistik, tradisi, etik (etika) dan teologik (teologi).
Yang dibahas di dalam artikel ini hanyalah dua yang disebut terakhir yaitu etik dan teologik. 
 
Pegangan Etik (Etika)
 
Ada beberapa kata Inggris yang perlu di klarifikasikan. Ethic adalah “a body of moral principle or values”. Kata sifatnya ethical, Ethics adalah (1) “a system of moral principle”, (2) “the rules of conduct”, misalnya Etika Kedokteran, dan (3) salah satu cabang Ilmu Filsafat, yaitu Etika, yang membahas soal rightness dan wrongness suatu tindakan, dan goodness dan badness motif dan akibatnya. Kata yang mirip dengan itu adalah ethos yang berarti :

The fundamental character or spirit of a culture : the underlying sentiment that informs the beliefs, customs, or practices of a group or society.

 

Kalau pada huruf “e” kata itu dibubuhi tanda circumflex (^), maka kata itu berarti kesediaan atau kecenderungan batin untuk melakukan suatu perbuatan oleh yang bersangkutan dipandang baik. Jika pada huruf “e” itu dibubuhi tanda acculate accent (‘) maka kata itu berarti kebiasaan, adat, peraturan, dan sebagainya, yang berfungsi mengatur perilaku manusia.
Etika Jabatan
Dalam Jabatan Perlu Juga Etika
MEJ ( Metodologi Etika Jabatan ) tidak menggunakan pendekatan kuantitatif tetapi pendekatan kualitatif. Keberhasilan tetap keberhasilan dan kegagalan tetap kegagalan, tidak boleh di kompensasikan. Piagam pujian dari Perserikatan Bangsa Bangsa tentang “keberhasilan” Indonesia mencapai swasembada pangan beberapa tahun yang lalu tidak dapat digunakan sebagai dalih untuk menganggap apalah artinya 315 orang mati kelaparan ketimbang 200 juta penduduk Indonesia lainnya yang menyantap burger dan minum susu soda sambil berpora (Kompas, 18 Oktober 1997) MEJ dapat disejajarkan dengan metodologi akuntansi. Seorang akuntan harus dapat menemukan suatu sen: dimana adanya dan milik siapa, walaupun satu sen yang hilang sama sekali tidak berarti apa apa ketimbang triliunan rupiah yang ada di dalam kas. MEJ didukung oleh budaya asli Indonesia yang merupakan hukum besi: “Karena nilai setitik, rusak susu sebelanga.”
Isu seputar etika jabatan merupakan sebuah bidang kajian yang tidak pernah kering. Orang menulis etika diberbagai bidang: bisnis, politik, pemerintahan, akademik.
Pegangan Teologi
 
Istilah teologi terjadi dari dua akar kata yaitu theos (God) dan logos (rattional utterance), atau discource about God or gods. Istilah itu mula mula dipakai oleh Plato (427 – 347) dalam bukunya “Republic” dalam Oxford English Dictionary, teologi diartikan sebagai:

the study or science which treats of God, His nature and attributes, and His relations with man and the universe.

Bila seseorang akan jatuh, ia tidak mungkin selamat bila hanya memegang lutut atau hidungnya sendiri, melainkan suatu pegangan di luar sana yang lebih ketimbang dirinya. Semua yang dapat diperalat atau dapat direkayasa adalah bagian diri dan oleh karena itu pada akhirnya tidak menolong. Pegangan yang sejati bersifat transenden (transcendent).
Teologi Jabatan
Teologi Jabatan itu apa
Pegangan teologik adalah pegangan yang terkuat bagi seorang pejabat, yaitu kenyataan kenyataan teologik. Setiap manusia merasa berada di dalam situasi, misalnya jika ia melihat ke atas kelompok orang yang “do the least, but earn the most”. lebih beruntung, bisa saja ia yang “do the most, but earn the least”, merasa kecewa. Tetapi bila ia berpindah situasi dengan melihat tidak keatas tetapi kebawah, begitu banyak orang lain yang kurang beruntung, maka ia bisa terhibur dan dikuatkan.
Memegang kenyataan teologi tersebut berarti berpindah dari pegangan imanen ke pegangan transenden dan dengan demikian memasuki situasi teologik. Dalam situasi teologi, perilaku manusia berubah (diubahkan) dari “old rule of thumb method” (Fred Winslow Taylor dalam Scincetific Management, 1947,7 ) ” work and paid ” dan ” initiative and incentive management ” ke ” enthusiastic management. “
 Terima kasih telah berkunjung ke artikel kami yang berjudul “Etika dan Teologi jabatan” Semoga dengan adanya artikel ini dapat membantu anda untuk menemukan jawaban yang anda cari.
Pengertian
Pegangan Etika (Etik)
Pegangan Teologi
Ahmad Andrian F
Bukan penulis profesional namun selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk para pembacanya. Mencerdaskan generasi milenial adalah tujuan situs ini berdiri. 800 Penulis sudah gabung disini, kamu kapan ? Ayo daftarkan dirimu melalui laman resmi keluhkesah.com