Eksistensi Pemuda Menolak Berita Hoaks

oleh -860 views
Eksistensi Pemuda Menolak Hoaks
Ridea Oktavia -

Dampak Yang Timbul Dari Berita Hoaks

Berita hoaks seringkali berdampak langsung pada kehidupan nyata. Misalnya, aksi kekerasan antar kelompok ataupun hancurnya reputasi seseorang.

Fenomena yang terjadi akibat berita hoaks yang menimbulkan keresahan dan emosi publik adalah berita mengenai 10 juta tenaga kerja China masuk Indonesia, disebutkan dalam berita tersebut Indonesia akan kedatangan tenaga kerja asing asal China dengan jumlah 10 juta orang bahkan ada yang mengabarkan 20 juta orang.

Hal ini menimbulkan keresahan pada masyarakat dimana lowongan pekerjaan akan semakin berkurang karena diisi oleh tenaga kerja asing asal china, sementara di Indonesia sendiri pun angka pengangguran masih terbilang cukup tinggi.

Informasi ini kemudian dikonfirmasi oleh Presiden Joko Widodo yang membantah isu ini. Menurut Joko Widodo, jumlah tenanga kerja asing asal China sekitar 21.000.

Jumlah ini disebut jauh lebih kecil dibandingkan jumlah TKI di Hongkong yang mencapai 153.000 orang.

Berita hoaks adalah ancaman yang sangat nyata dalam mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), berita hoaks tidak hanya terjadi dizaman modern, melainkan berita hoaks sudah pernah terjadi dan merusak persatuan bangsa Indonesia disaat melawan belanda yang disebut Devide Et Impera (Politik adu domba).

Seperti itu juga berita hoaks yang mengadu domba masyarakat, yang menjadikan masyarakat terpecah – belah.

Tentu kita dapat mengambil hikmah dari pengalaman yang pernah terjadi, karena guru terbaik adalah pengalaman..
Sebagai pemuda yang tentunya dibekali dengan kecerdasan intelektual, sudah seharusnya kita menempatkan diri sebagai bagian kelompok masyarakat yang menjadi filterasi utama untuk menyelamatkan masyarakat dari berbagai berita hoaks yang beredar.

Melawan berita hoaks sama dengan melawan penjajah, dibutuhkan kesigapkan untuk menanganinya. Dengan demikian pemuda penerus bangsa tentu harus berperan aktif dalam menyikapi bahasa sebagai alat penyebar hoaks, seperti:

1. Berhati – hati dengan judul situs provokatif

Berita hoaks dengan judul provokatif biasanya dibuat untuk mengundang sensasi pembacanya, misalnya dengan langsung menuding pihak tertentu tanpa ada bukti yang nyata.

Hal ini dapat kita atasi dengan mencari referensi serupa dari situs online resmi, kemudian bandingkan isinya. Dengan demikian kita dapat menarik kesimpulan yang lebih berimbang,

2. Cermati alamat situs

Amati informasi yang diperoleh dari website, cermatilah link URL. Apabila berasal dari situs yang belum terverifikasi sebagai institusi pers resmi, maka dapat disimpulkan informasi yang disajikan palsu.

Menurut catatan Dewan Pers, di Indonesia terdapat sekitar 43.000 situs di Indonesia yang mengklaim sebagai portal berita.

Dari jumlah tersebut, yang sudah terverifikas i sebagi situs berita resmi hanya sekita 300 an artinya terdapat puluhan ribu situs yang berpotensi menyebarkan berita palsu di internet yang semestinya di waspadai.

3. Periksa fakta

Perhatikanlah dari mana berita berasal dan siapa sumbernya? Perhatikan juga keberimbangan sumber berita, jika hanya ada satu sumber maka kita sebagai pembaca tidak bisa mendapatkan gambaran secara utuh, sehingga hal lain yang harus diamati adalah perbedaan anatara berita yang dibuat berdasarkan fakta atau opini.

Fakta adalah pristiwa yang terjadi dengan adanya kesaksian dan bukti, sedangkan opini adalah pendapat dan kesan dari penulis berita sehingga memiliki kecenderungan untuk bersifat subjektif.

Pemuda merupakan regenerasi muda yang sangat berpengaruh untuk proses pembangunan Indonesia. Eksistensi para pemuda menolak berita hoaks menjadi tolak ukur untuk mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Untuk melawan berita hoaks, pemuda harus dibekali dengan pendidikan karakter yang baik sehingga tidak mudah percaya terhadap berita yang beredar, pemuda di tuntut harus berfikir kritis agar dapat memahami berita sebenarnya,

selain itu pemuda harus meningkatkan pengetahuan sehingga dapat membedakan mana berita hoaks dan mana berita yang benar. Ini semua untuk bangsa kita, Negara kita. Karena jika bukan kita siapa lagi? NKRI harga mati.

Ridea Oktavia
Ridea Oktavia

Biodata Penulis :

Ridea Oktavia
Takengon, 21 Oktober 2001
Hobi : Menulis
Status : Pelajar SMA
Moto hidup : ”Lahir dan Hidup sebagai seorang Pemenang”

Terima kasih telah membaca tulisan tangan dengan judul eksistensi pemuda menolak berita hoaks. Kritik dan saran yang membangun sangat diharapkan.

Artikel ini ditulis oleh Ridea Oktavia, kamu juga bisa menulis karyamu di belapendidikan, dibaca jutaan pengunjung, dan bisa menghasilkan jutaan rupiah. Klik disini untuk kirim tulisan

Tentang Penulis: Ahmad Andrian F

Gambar Gravatar
Bukan penulis profesional namun selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk para pembacanya. Mencerdaskan generasi milenial adalah tujuan situs ini berdiri. 800 Penulis sudah gabung disini, kamu kapan ? Ayo daftarkan dirimu melalui laman resmi keluhkesah.com