Web portal pendidikan – Hasil kiriman artikel hari ini dengan judul eksistensi pemuda menolak berita hoaks, disampaikan dan dikirimkan langsung melalui email kami [email protected]

Eksistensi Pemuda Menolak Berita Hoaks

Akhir – akhir ini banyak sekali berita hoaks yang menyebar, baik secara lisan maupun tulisan. Faktor utama penyebab mudahnya informasi palsu tersebar diantaranya karena,

karakter asli yang melekat oleh masyarakat yang dinilai sangat terbiasa dengan berita yang bersifat sensasionalisme, disamping itu kurangnya daya kritis masyarakat dalam menerima informasi dan lemahnya pengetahuan menjadi pemicu utama berkembangnya berita hoaks.

Menurut data yang di peroleh dari Direktur Informasi dan Komunikasi Badan Intelijien Negara (BIN) Wawan Purwanto menyebutkan, 60% dari konten media sosial di Indonesia adalah Hoaks. Wawan juga mengatakan, Indonesia sangat rentan terpengaruh hoaks karena pengakses internet mencapai lebih dari 50% dari jumlah penduduk.

Ia menilai, fakta tidak terlalu berpengaruh dalam membentuk opini publik ketimbang emosi dan kenyakinan personal.

Menurut Head of Social Media Management Center dari Kantor Staf Presiden RI, Alois Wisnuhardana, remaja mudah percaya pada berita hoaks kerena anak muda cenderung emosional. Sehingga setiap informasi yang masuk, terutama sensasional, akan langsung disebarkan tanpa mencari tahu fakta dibalik berita tersebut.

Bayangkan, jika seluruh generasi milenial melakukan penyebaran berita hoaks, tentu hal itu akan menimbulkan ketidakstabilan nasional.

Para pemuda perlu revolusi mental karena pemuda adalah tonggak bangsa dan juga sebagai tongkat kepemimpinan, pemuda harus mampu menyaring infomasi yang ada di media sosial.

Ahmad Andrian F
Bukan penulis profesional namun selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk para pembacanya. Mencerdaskan generasi milenial adalah tujuan situs ini berdiri. 800 Penulis sudah gabung disini, kamu kapan ? Ayo daftarkan dirimu melalui laman resmi keluhkesah.com