Dunia Pendidikan Diuji Saat Pandemi Covid 19

oleh -55 views
Dunia pendidikan diuji saat pandemi covid 19
Syainal,S.Pd - Dunia pendidikan diuji saat pandemi covid 19

Web portal pendidikan – Masih dengan keadaan yang sama, saat ini kita dihadapkan oleh peristiwa yang tidak disangka sangka, virus covid 19 yang tiap hari makin menyebar luas kini sudah memasuki zona krisis di tiap daerahnya. Semua kegiatan diluar dihentikan, kecuali untuk mencari nafkah bekerja. Begitupun juga dengan pedidikan, saat ini dunia pendidikan diuji dengan peristiwa atau pandemi covid 19. Bagaimana kita menghadapinya ? Berikut ulasannya.

Dunia Pendidikan Diuji Saat Pandemi Covid 19

Dunia pendidikan diuji saat pandemi covid 19
Syainal,S.Pd – Dunia pendidikan diuji saat pandemi covid 19

Hari pendidikan nasional yang jatuh pada tanggal 2 Mei setiap tahunnya atau bertepatan  dengan tanggal kelahiran bapak pendidikan Nasional Raden Mas Soewardi Soerjadningrat atau lebih dikenal dengan nama Ki Hajar Dewantara tepatnya pada  2 Mei 1889, biasanya identik dengan kegiatan upacara, seminar dan diskusi dalam rangka memperingatinya, khususnya bagi instansi pendidikan. Tema atau pembicaraan dalam kegiatan tesebut biasanya tidak jauh-jauh dari soal soal pendidikan.  

Namun untuk hari pendidikan nasional tahun 2020 sepertinya tidak akan kita temui kegiatan seperti diatas, utamanya kegiatan yang melibatkan orang banyak sebab kita tengah dalam kondisi pandemi. Bahkan untuk upacara sekalipun sebab dalam hal rapat-rapat pentingpun tidak dilaksanakan dengan tatap muka langsung melainkan lewat teleconfren video.

Tapi tak mengapa sebab pada esensinya hari pendidikan nasional bukanlah semata agenda seremonial atau kegiatan momentuman belaka, tetapi jauh dari itu, hari pendidikan nasional sudah selayaknya dijadikan sebagai momentum untuk merefleksikan dunia pendididkan kita saat ini, terlebih dalam kondisi pendemi seperti sekarang ini.

Dalam kondisi seperti ini penulis beranggapan bahwa dunia pendidikan kita sedang diuji. betapa tidak pandemi ini telah mempengaruhi banyak hal dalam dunia pendidikan kita diantaranya pembatalan ujian nasional tahun 2020 dan diterapkannya pembelajaran jarak jauh.

Ujian Nasional Tahun 2020 Dibatalkan…

Ujian nasional tahun 2020 sejatinya tetap akan dilaksanakan sesuai dengan jadwal, ujian nasional tahun inipun rencananya merupakan ujian nasional terakhir yang dilaksanakan karena pemerintah telah mengambil langkah menghapuskan ujian nasional mulai tahun 2021, dan akan diganti dengan sistem penilian assesmant.

Sebelumnya ujian nasional tahun 2020 dijadwal mulai pertengahan maret, yang paling pertama untuk jenjang sekolah menengah kejuruan dijadwalkan mulai tanggal 16-19 maret 2020.

Dibeberapa daerah sebenarnya sudah ada sekolah yang telah berhasil melaksanakan ujian baik yang sebagian maupun seluruhnya namun karena makin merebanya penyebaran COVID-19 maka Ujian Nasional tahun ini dibatalkan berdasarkan surat edaran mentri pendidikan dan kebudaan Republik Indonesia nomor 4 tahun 2020 tentang pelaksanaan kebijakan pendidikan dalam masa darurat penyebaran coronavirus diasease (COVID-19) tertanggal 24 maret 2020.  

Baca juga:

Berdasarkan surat edaran tersebut tepatnya pada bagian ke tiga point B angka 3. Kelulusan sekolah menengah kejuruan (SMK/sederajat) ditentukan berdasarkan nilai rapor, praktik kerja lapangan, protofolio dan nilai praktek selama lima semester terakhir.

Nilai semester genap tahun berakhir dapat digunakan sebagai tambahan nilai kelulusan. Artinya perihal kelulusan sepenuhnya dilimpahkan kepada satuan pendididikan atau sekolah. Bagi satuan pendidikan khususnya guru in tentu hal yang diluar dugaan sebelumnya karena tak lagi melibatkan nilai Ujian Nasional dalam penentu kelulusan seperti tahun-tahun sebelumnya

Pembelajaran jarak jauh


Salah satu kebijakan pemerintah dibidang pendidikan saat ini dan sedang marak dilaksanakan adalah pembelajaran jarak jauh atau pembelajaran berbasis daring. Bagi penulis ini ujian yang sebenarnya.

Sebab pembelajaran jarak jauh ini akan berjalan maksimal apabila semua unsur atau komponen pendukungnya siap, pertanyaannya sudah siapkah kita, utamanya guru dan siswa serta peran orang tua yang tak kalah penting disana.

Pertama, ketersediaan sarana dan prasarana dalam menunjang pembelajaran jarak jauh. Meskipun guru dan siswa mengakses pembelajaran jarak jauh ini tidak dari sekolah melainkan dari rumah, namun belum meratanya pembangunan infrastruktur ternyata sangat berpengaruh utamanya soal jaringan internet.

Selain itu apakah semua siswa telah memiliki perangkat untuk mengakses pembelajaran jarak jauh juga menjadi pertanyaan, sebab meskipun di era kemajuan teknologi seperti sekarang ini namun tetap saja latar belakang ekonomi siswa yang berbeda sangat berpengaruh terhadap daya beli mereka dalam hal perangkat untuk mengakses pembelajaran daring.

Kedua, kemampuan guru dalam mengelola aplikasi pembelajaran daring pertanyaan selanjutnya sudah sejauh mana kesiapan para guru dalam mengakses pembelajaran jarak jauh atau daring, atau sudah seringkah pemerintah melaksanakan pendidikan dan pelatihan kepada guru guru kita utamanya terkait dengan pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran, meskipun disisi lain guru juga baiknya tetap melatih diri dalam mengoprasikan berbagai aplikasi pembelajaran daring sebagai upaya mengikuti perkembangan zaman yang semakin maju.

Pertanyaan-pertanyaan diatas baiknya dijadikan sebagai bahan renungan insan pendidikan maupun pihak pemangku kebijakan dalam bidang pendidikan dan mari kita sama sama melakukan aksi nyata dalam upaya memajukan pendidikan nasional sesuai dengan tupoksi kita masing-masing.

Selanjutnya teruntuk para perempuan yang seharusnya kutuliskan namanya dalam kalimat ini, selamat hari Pendidikan Nasional tetaplah menginspirasi anak negeri jangan hilang senyummu, tetap kalem dan mengagumkan, salam santun dan tamvan.

Picture by syainal S Pd
Picture by Syainal S.Pd

Artikel ditulis oleh Syainal,S.Pd
Seorang guru PPKN tingkat SMK N 4 Berau Kalimantan Timur
Email pengirim : syainalenal973
Judul artikel : Dunia Pendidikan Diuji Saat Pandemi Covid 19

Kamu juga bisa menulis karyamu di belapendidikan, dibaca jutaan pengunjung, dan bisa menghasilkan jutaan rupiah. Klik disini untuk kirim tulisan, atau bisa lewat email kami [email protected]

Kata kunci : Dunia pendidikan diuji Saat Pandemi Covid 19

25 thoughts on “Dunia Pendidikan Diuji Saat Pandemi Covid 19

  1. Iya bener, dunia pendidikan Indonesia memang ditantang dan bakal berubah d masa pandemi. Karena perubahan itu pasti, saya yakin guru2 di Tanah Air akan selalu bisa beradaptasi.

    Kalau boleh kutip kata penulis Leo Buscaglia, ‘Change is the end result of all true learning’, baik tenaga pendidik, murid dan pemerintah memang sedang ‘belajar’ lagi lewat perubahan ini. Selamat Hardiknas!

  2. Ya, benar sekali… Gurulah yang menjadi sorotan utama saat pembelajaran daring dilakukan. Padahal guru sudah berupaya untuk memberikan yang terbaik namun ada juga yang masih berpikiran negatif tentang guru.

  3. Bener banget. Tahun ini segala lini memang sedang diuji. Banyak yg protes sana sini, banyak juga yang belum bisa beradaptasi. Mudah-mudahan pandemi segera berakhir, anak-anak bisa sekolah seperti sedia kala.

  4. Saya hampir saja lupa jika hari ini Hari Pendidikan Nasional. BTW, masnya guru di Kalimantan ya. Semangat dalam mengajar para siswa ya Mas.

  5. terutama nasib anak sekolah di pelosok daerah, dikotaku jember, ada sekolah yang terletak di lereng gunung, kalo begini susah juga, teknologi canggih si murid nggak punya

  6. Saya pun membaca beberapa artikel yang menyebutkan pembelajaran daring ini belum bisa menyentuh semua kalangan. Tidak hanya di desa-desa kecil di pelosok nusantara, bahkan di kota-kota pun ada kendala yang menyebabkan pembelajaran daring tidak bisa dilaksanakan secara intensif.

  7. Saya menyoroti pembelajaran jarak jauh yang menjadi ujian terberat dunia pendidikan kita saat ini. Banyak guru-guru di daerah terluar, terdepan, dan terbelakang yang tidak senyaman guru-guru di kota dalam mengakses internet. Boro-boro internet, listrik saja mereka dijatah jam-jaman sehari. Akibatnya tak sedikit guru yang mengunjungi rumah siswanya dari satu rumah ke rumah lainnya, mengajar langsung anak-anak muridnya. Padahal, guru tersebut mungkin juga merupakan orang tua dari anaknya yang juga butuh didampingi belajar di rumah. Semoga guru-guru di Indonesia tetap sehat dan semangat menjalani hari-hari di tengah pandemi ini.

  8. Ada hikmah dibalik musibah. Sistem pendidikan akibat pandemi ini pelaku dan pengguna pendidikan dipaksa untuk berlari cepat dengan mempelajari media teknologi untuk belajar daring..semua bersama2 berusaha melek teknologi ini menjadi efek domino karena orangtua murid pun mau ga mau jadi ikut belajar media digital krna mendampingi buah hati..walaupun tak dpt dipungkiri msh bnyk yg terkendala karena faktir ekonomi dan sinyal internet..di beberapa tmpt. tapi paling tdk kemampuan memanfaatkan media digital untuk sarana belajar mengajar sdh hampir merata

  9. Inget banget pas awal mas menteri pendidikan terpilih,
    Komen netijen pada
    “duh ntr gaji guru, bayar uang sekolah pake gopay”
    “belajar pun online”
    Lah beberapa bulan kemudian beneran kejadian via online,
    Paling tidak hikmahnya guru murid harus melwk teknologi hehe

  10. Pembelajaran jarak jauh (daring) sangat bisa dilakukan untuk area perkotaan yang akses internetnya lanvar. LAh kalau perdesaan. Saya kemarin baca berita ada guru SD, yang harus door to door mengajari siswa/inya karena sebagian besar orangtuanya tidak punya HP, apalgi untuk beli paket internet. HIks.. Bener banget dunia pendidikan saat ini memang sedang ikut diuji juga.

  11. Selama pandemi ini apakah ada subsidi kuota internet untuk murid dan guru? Syukur-syukur ada subsidi perangkatnya (smartphone dll). Karena pasti belum semua guru atau murid memiliki perangkat tersebut.

  12. Pembelajaran jarak jauh ini memang menarik untuk dibahas, bisa mensiasati keadaan sekarang ya
    Tp secara prasarana kita blm memadai dan merata

  13. Di luar benturan waktuku dengan jadwal bekerja, sebenarnya kami beruntung karena perangkat belajar maupun koneksi internet semua tersedia. Makanya, meskipun sempat oleng di pekan-pekan pertama, aku nggak mau terlalu banyak mengeluh apalagi komplain kesana kemari. Ini hanya soal waktu saja untuk beradaptasi dan mengatur jadwal mengajar anak-anak dan bekerja agar semua tetap berjalan meskipun nggak bisa persis sama jamnya dengan di sekolah.

  14. Duh pak guru, paragraf penutupnya kok gitu amat ya… curhat nih ceritanya.

    Semoga tetap semangat membersamai anak-anak di masa pandemi ini.

  15. Baguslah pak Ujian Nasional dihapuskan agar kelulusan siswa tidak sepenuhnya diraih dari nilai hasil UN.

  16. Semoga pandemi segera berlalu. Meski teknologi sudah berkembang namun ternyata posisi guru tak tergantikan. Ada hal2 tertentu yg tak bisa, digantikan teknologi.

  17. Kalau saya pribadi sebenarnya tidak ada masalah dengan pembelajaran online karena anak-anak tetap bisa mengikuti. Tapi harus saya akui kondisi sarana prasarana yang tidak merata memang kendala untuk pembelajaran jarak jauh. Baru sekelas saja sudah macam-macam kendalanya. Saya nggak kebayang kalau secara nasinal, pasti banyak aduan masalah.

  18. Betul sekali, banyak aspek yang diuji selama pandemi ini, tidak terkecuali dunia pendidikan. Sebagai mantan guru sekaligus istri seornag guru, saya merasakan sekali perbedaan yang terjadi. Semoga kita bisa mengambil hikmahnya

  19. Bener sih pembelajaran jarak jauh itu kendalanya bukan cuma jaringan internet tapi enggak semua anak maupun orang tua punya gadget yang mumpuni. Apalagi yang di wilayah pedesaan.

    Penutupnya sungguh jleb sekali.

  20. Komunikasi jaringan tidak merata di seluruh Indonesia. Kekhawatiran semua sih, bahwa kita terseok-seok nih dgn metode belajar daring. Ya tapi tetap harus maju sih walau selambat siput juga. Harus cari akal nih supaya materi tetap sampai ke murid…

  21. Setuju banget saya harus dibarengi dengan fasilitas misalnya internet, wabah ini bukan menjadi halangan untuk anak-anak mendapat pendidikan yang baik y k. Ke depan memang harus diperhatikan mengenai sistem belajar dengan sistem daring ini.

  22. Berbagai kekurangan pada pembelajaran jarak jauh dikarenakan situasinya mendadak. Kita tidak ada persiapan. Akhirnya semua belajar dengan instan.

  23. Anak² sekolah ada yang bahagia atas keputusan itu hehe dan mahasiswa malah berharap skripsi juga ditiadkan hahaha

  24. Tantangan lain yang luput dipikirkan adalah apakah para orang tua bisa jujur tidak mengerjakan tugastugas anaknya, juga tidak membantu mereka saat ujain di rumah

  25. dampak corona ini besar bgt ke pendidikan ya kak, takutnya murid banyak yang jadi kendor semangat belajarnya karna ga diawasi guru,

    meski ada belajar online pasti ga semaksimal belajar lgangsung dikelas

    mana orang tua juga belum tentu bisa bener2 ngawasin proses belajar dirumah
    smoga cpt brakhir corona

Komentar ditutup.