Dibolehkannya Merayakan Maulid Nabi Jika Dilihat Dari Sejarahnya

oleh -18 views
Dibolehkannya merayakan maulid nabi
Dibolehkannya merayakan maulid nabi jika dilihat dari sejarahnya

Web portal pendidikan – Selamat malam sobat keluhkesah.com, kali ini kita kedatangan tulisan yang menarik dari mba Virama Isaroh dengan judul “Dibolehkannya merayakan Maulid Nabi jika dilihat dari sejarahnya.” Berikut ulasannya dapat saya sampaikan dibawah ini.

Dibolehkannya Merayakan Maulid Nabi Dilihat Dari Sejarahnya ?


Bulan Rabiul Awwal merupakan bulan yang tidak asing lagi bagi kalangan umat islam di berbagai penjuru dunia pada umumnya. Kenapa tidak asing bagi umat manusia?

Di bulan inilah Baginda Rasulullah SAW dilahirkan, semua umat berbahagia merayakan kelahiran beliau. Namun disamping kebahagiaan itu terdapat perselisihan dalam perayaan tersebut, apakah merayakan maulud Nabi Bid’ah?

Istilah Bid’ah merupakan sesuatu hal yang baru setelah wafatnya Rasullullah SAW baik yang sifatnya terpuji maupun tercela. Pendapat ini didukung salah satunya adalah Imam Syafi’i yang madzhabnya di anut mayoritas orang Indonesia.

Beliau mengatakan bahwa bid’ah itu ada dua macam yaitu bid’ah  mahmudah/hasanah yaitu  bid’ah yang baik dan bid’ah madzmumah/ dolalah yaitu bid’ah yang tidak baik.

Bid’ah yang selaras dengan sunah dinamakan bid’ah mahmudah begitupun sebaliknya yang bertentangan dengan sunah maka di namakan bid’ah madzmumah. Kemudian pendapat kedua mengatakan bahwa bid’ah termasuk sesuatu yang tidak ada dasar hukum syaranya.

Baca juga : Pengertian Sunnah dan Pembagiannya

Berkaitan dengan hal itu pandangan yang mengatakan bahwa maulid nabi adalah suatu hal yang baru ada setelah nabi wafat. Maka kita harus pahami dulu sebenarnya apa itu maulid. Makna maulid umumnya adalah hari kelahiran. Kita sudah tahu bahwa hukum tidak berlaku pada waktu.

Didalam referensi hukum islam manapun tidak ada hukum yang menjelaskan tentang waktu. Mengenai hukum maulid berkaitan juga dengan waktu, kelahiran nabi Muhammad merupakan bagian dari waktu jadi bagaimana pun kita tidak bisa menghukumi halal atau haramnya kelahiran seseorang.

Jika kita merayakan suatu hari sudah pastinya kita juga memperingati, yang didalamnya mengandung suat unsur kebaikan bagi kita semua khususnya bagi orang yang memperingatinya.

Entah itu memperingatinya dalam bentuk hal apa pun yang pastinya tidaklah membuat kemudharatan/kesengsaraan bagi orang  lain. Kenapa hari itu diperingati?

Tentunya pasti berkaitan dengan sejarah agar dikenang oleh orang banyak dan dapat diambil pelajarannya dari kisah sejarahnya tersebut.

Pada umunya sejarah merupakan kejadian dimasa lampau yang diabadikan oleh sejarahwan yang dimana terdapat nilai-nilai kebaikan untuk dijadikan pedoman hidup baik dimasa sekarang maupun dimasa depan.

Peringatan maulid nabi pada zaman nabi
Peringatan maulid nabi pada zaman nabi

Lalu bagaimana dengan Nabi, apakah di zaman nabi tidak ada suatu perayaan atau peringatan hari?


Memperingati suatu hari sudah ada di zaman nabi bahkan dianjurkan untuk umat muslim sebagai ungkapan rasa syukur kita baik itu nikmat yang di berikan oleh Allah maupun terhindarnya kita dari segala musibah.

Perayaan maulid nabi pertama kali ada yang berpendapat mulanya dari zaman dinasti Abasyiyah pada masa pemerintahan AL-Ayyubi dan ada juga yang berpendapat pada masa pemerintahan dinasti Fatimiyyah. Namun, jauh hari sebelumnya nabi sudah merayakan maulid sendiri melalui puasa sunahnya.

Baca juga : Sejarah masuknya Agama Islam di Indonesia

Dari Abi Qatadah bahwasanya Rasulullah Saw pernah ditanya tentang puasa hari senin. Maka beliau menjawab pada hari itu aku dilahirkan dan hari diturunkan Al-Qur’an kepadaku.

Kemudian dari pendapat Al-Hafizh Jalaludin As-Suyuthi yang memiliki dalil dari hadist yang diriwayatkan oleh Al-Bayhaqiy bahwa nabi melakukan aqiqah untuk dirinya sendiri setelah beliau diutus menjadi nabi.

Kemudian dari pendapat Imam Syamsuddin Al-Jazariy menjelaskan tentang keadaan Abu Lahab yang dimana Abu Lahab berada di neraka dan setiap hari senin siksaannya diringankan karena memerdekakan budak yang bernama tsuwaybah hal itu juga dimuat dalam sirah Nabawiyyah karya syaikh syaifurrahman Al- Mubarakfury ketika tsuwaybah menggambarkan berita tentang kelahiran baginda Nabi Muhammad maka abu lahab pun ikut gembira.


Kalau yang hanya bergembira saja mendapatkan Rahmat dari Tuhan bagaimana kita yang bergembira sekaligus ikut merayakan?

Mendapatkan rahmat dari allah dengan cara merayakan maulid nabi
Mendapatkan rahmat dari allah dengan cara merayakan maulid nabi

Membaca Maulid Nabi berarti juga membaca sejarah Nabi bagaimana biografi dan kehidupan beliau yang dikisahkan di dalam kitab-kitab maulid tersebut, sehingga bertambah rasa cinta kita kepada beliau.

Nabi pun juga membaca sejarah melalui Al-Qur’an yang diturunkan melalui jibril yang mengisahkan bagaimana keadaan Nabi terdahulu dan keadaan umat terdahulu.

Sampai ada suatu surat yang mengisahkan keadaan umat terdahulu yang menyebabkan rambut Nabi berubah, yaitu surat Hud.

Dari surah tersebut Nabi banyak mendapatkan pelajaran melalui kisah perbuatan umat terdahulu yang di abadikan oleh Allah sehingga Nabi dan umat muslim lainnya dapat mengambil manfaat dari kisah tersebut.

Maulid bukan hanya untuk mengenal dan menambahkan rasa cinta kita kepada Nabi namun juga sebagai ungkapan rasa syukur kita yang telah menyelamatkan kita dari alam kegelapan menuju alam yang terang menerang.

Bukankah kelahirahan Nabi Muhammad Saw merupakan Rahmat yang paling besar dari Allah ?

Iya, dan sudah sempatasnya kita sebagai umat muslim bergembira dengan kelahiran beliau yang selalu kita teladani kehidupannya, sebagai tanda ungkapan rasa cinta dan syukur kita kepada Nabi Muhammad SAW.

Semoga dengan merayakan Maulid Nabi bertambahnya rasa cinta kita kepada baginda Nabi Muhammad dan kelak mendapatkan syafaatnya di hari kiamat nanti.

Baca juga : 7 Keutamaan menuntut ilmu agama


Artikel ditulis oleh : Virama Isaroh
Mahasiswi STAINU Temanggung
Judul artikel : “Dibolehkannya Merayakan Maulid Nabi Jika Dilihat Dari Sejarahnya”


Kamu juga bisa menulis karyamu di keluhkesah.com, dibaca jutaan pengunjung, dan kamu juga bisa menghasilkan jutaan rupiah. Klik disini untuk kirim tulisan, atau bisa lewat email kami halo@keluhkesah.com

Kata kunci : “Merayakan Maulid Nabi Dilihat Dari Sejarahnya.”

Tentang Penulis: Ahmad Andrian F

Gambar Gravatar
Bukan penulis profesional namun selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk para pembacanya. Mencerdaskan generasi milenial adalah tujuan situs ini berdiri. 800 Penulis sudah gabung disini, kamu kapan ? Ayo daftarkan dirimu melalui laman resmi keluhkesah.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *