Web portal pendidikan – Cerpen kali ini berjudul Sebuah cinta tak terbalaskan, yang dikirimkan oleh salah satu peserta dalam ajang lomba cerpen nasional bersama belapendidikan.com. Untuk lebih lengkapnya dapat kita lihat sebagai berikut.

Cerpen : Sebuah Cinta Tak Terbalaskan (Bagian Pertama)

Cinta? Apa itu cinta? Aku benci kata-kata itu. Terlalu sering ku tersakiti karena cinta. Setelah sekian lama aku menjaga hati ini agar tak jatuh cinta dan tak lagi sakit karena cinta. Sampai akhirnya aku tak tahu apa itu cinta, dan bagaimana cinta sejati itu. Apakah cinta itu menyenangkan? Ya, sungguh aku tak tahu itu karena aku tak pernah merasakan cinta yang sesungguhnya.

Sampai akhirnya aku menemukan seorang pria yang aku fikir dapat menyembuhkan hatiku yang telah lama tersakiti. Dia pria yang mampu meluluhkan serta menumbuhkan benih-benih cinta dihatiku yang sudah cukup lama membeku, dan membuat hatiku merasa bahagia untuk sesaat. Namun, ternyata itu salah dia juga yang membuat hatiku hancur, dan kembali sakit untuk kesekian kalinya.

8 Februari 2017
Sebuah perlombaan yang berlangsung selama 4 hari telah mempertemukan kami. Saat-saat perlombaan adalah saat dimana pertama kali aku mengenal sosok dirinya. Sebut saja namanya Bryan.

Dia merupakan pria yang tampan, tinggi, baik, pintar, namun dia sangat pendiam bahkan pemalu. Di perlombaan dia selalu bersama sahabat nya yang bernama Azka. Selama perlombaan berlangsung tidak ada tanda-tanda bahwa aku memiliki perasaan terhadapnya. Kami berteman seperti layaknya teman biasa.

10 Februari 2017
Hari itu hari terakhir kami berlomba. Ketika malam pun tiba, aku pergi untuk mandi dirumah sahabatku yang bernama Adira. Aku dan tiga sahabat ku yaitu: Adira, Ratna, dan Amel pergi menggunakan sepeda motor menuju kerumah Adira. Rumahnya jauh dari tempat perlombaan ku.

Ketika diperjalanan aku dan sahabat-sahabatku terjebak macet yang sangat padat sehingga membuat kami lama untuk sampai ketujuan. Tak lama kemudian sampai lah kami dirumah Adira. Ketika sampai dirumah Adira, timbullah sebuah percakapan singkat bersama sahabatku.

” Sumpah pas lomba model Bryan ganteng banget. Sampai-sampai banyak yang ngefans dengan nya “, ucap Adira.
” Iya benar banget, sampai teman kita ada yang suka loh sama Bryan “, jawab Ratna dengan senyum manisnya.
” Haa benaran ada yang suka? Siapa? “, tanyaku dengan penuh penasaran.
” Itu Arsyila tadi dia cerita sama kita kalau dia itu suka sama Bryan “, jawab Adira.

” Ternyata benar dugaanku, setelah Arsyila berpasangan dengan Bryan saat lomba model. Dia seperti orang yang lagi jatuh cinta. Senyum-senyum sendiri, ngajakin Bryan foto bareng. Ternyata dia suka sama Bryan “, pikirku dalam hati.

Ketika kami sedang berbicara, tiba-tiba handphone ku berbunyi dan ternyata ada pesan whatsapp masuk dari Bryan.

” Eh,, ada pesan dari Bryan nih “, ujarku sambil melihat handphone.
” Bryan chat kamu? Cie cie “, jawab Adira dengan nada mengejekku.
” Mending baca apa isi chat nya “, ujar Ratna.

Aku pun membuka pesan itu dan membacakan nya.

” Kamu dimana? Dicariin tuh sama pembina “, ucapku yang membacakan pesan dari Bryan.
” Cieee dicariin “, dengan serentak sahabatku berteriak.
Aku hanya tersenyum mendengar kan itu. Dan kami pun saling berbalas pesan.
” Lagi dirumah Adira ini baru sampai “, balasku.
” Kok lama banget, rumahnya dimana? “, tanya Bryan.
” Di 28 oktober, jangan bilang pembina ya soalnya pasti dimarah kalau jauh-jauh “, balasku dengan berharap Bryan tidak bilang ke pembina.
” Terus aku harus jawab apa? “, balas Bryan.

Ketika aku sedang berbalas pesan dengannya. Ratna menyuruh ku mandi duluan karena jam sudah menunjukkan pukul 9 malam. Aku membalas pesan terakhir.
” Bilang aja nggak tahu. Udah dulu ya aku mau mandi nih “, balas terakhirku.

Aku pun menyimpan handphone ku kembali di atas meja dan segera aku pergi kekamar mandi. Setelah berapa lama, aku selesai mandi. Sambil aku bersiap-siap dan menunggu sahabat ku yang lain selesai mandi. Aku membuka whatsapp dan ternyata Bryan ada balas pesan dari aku.

” Iyaiya yaudah mandi dulu sana “, balas Bryan.
Aku pun membalas kembali pesan itu.
” Iya ini udah selesai mandi nya “, balasku sambil bersiap-siap.
” Bagus deh, pulang nya hati-hati ya soalnya di tol lagi macet “, balas Bryan dengan penuh perhatian.

” Iyaiya tenang aja “, balasku.
” Masih lama ya pulang nya? “, tanya Bryan.
” Nggak kok, bentar lagi juga pulang “, balasku.
” Oh yaudah “, balasnya.
” Aku pulang dulu ya. Assalamualaikum “, balasku.
” Waalaikumsalam. Hati-hati ya dijalan “, lagi-lagi Bryan balas dengan perhatian.

Aku segera menyimpan handphone ku ke dalam tas. Dan kami berempat segera pulang ke tempat dimana kami berlomba. Setelah beberapa lama,kami pun sampai ke tempat perlombaan.

Dan ternyata kami sudah ditunggu karena kami lama banget perginya. Karena malam itu merupakan malam terakhir, semua peserta lomba merapikan barang-barang yang akan dibawa pulang besok pagi. Setelah semua rapi, kami makan malam dan beristirahat tidur.

Cerpen : Sebuah Cinta Tak Terbalaskan (Bagian Kedua)

11 Februari 2017
Pagi pun tiba, dengan cerah nya matahari. Kami semua bangun dan bersiap-siap untuk mengikuti upacara penutupan sekaligus pembagian piala pemenang. Setelah semua selesai, semua peserta berfoto dengan piala yang mereka dapatkan.

Aku melihat Arsyila ngajakin Bryan untuk foto bareng sambil memegang piala yang kebetulan mereka memenangkan lomba model putra putri. Aku hanya tersenyum melihat kejadian itu karena ya memang aku tidak memiliki perasaan apapun terhadap Bryan.
Peserta pun selesai dengan sesi foto, akhirnya kami semua pulang kerumah masing-masing.

Hari demi hari kami semakin sering whatsapp bareng, kami bercanda, kami bercerita, sampai akhirnya aku merasa nyaman dengannya. Bisa dibilang Bryan lelaki yang perhatian, karena aku merasa nyaman dengan perilaku nya terhadap ku.

Entah kenapa aku merasa bahwa ada sebuah perasaan untuknya. Aku selalu menanti balasan whatsapp darinya. Aku sering senyum-senyum sendiri. Sampai aku pun selalu memikirkan nya. Apakah itu cinta? Entahlah, aku pun tak mengetahui nya.

15 Februari 2017
Sekitar pukul 6:30 aku sudah tiba disekolah. Dengan hati yang senang, aku semakin bersemangat untuk sekolah karena nya. Aku berdiri di koridor sekolah tepat di depan kelas ku. Awalnya aku memang tidak memiliki niat buat menunggu kedatangan nya ke sekolah.

Ya, memang aku dengan Bryan beda kelas tapi jarak kelasku dengan kelasnya tidak terlalu jauh. Setelah berapa lama aku berdiri di koridor sambil melihat taman sekolah. Tiba-tiba Bryan datang dengan senyuman manisnya, dan tak disangka Bryan menjulurkan lidah yang tandanya Bryan mengejekku. Aku hanya bisa membalas senyumannya.

Aku segera masuk ke kelas dengan keadaan bahagia banget, dan aku senyum-senyum sendiri. Ternyata teman sebangku ku heran dengan tingkah aku yang senyum-senyum sendiri.

” Kamu kenapa senyum-senyum terus dari tadi. Lagi bahagia ya? Ciee, cerita dong.”, ucap Putri sambil mengejekku.
” Nggak ada apa-apa kok.”, jawabku dengan senyum-senyum.

Ya memang aku tak ingin menceritakan bahwa aku memiliki perasaan terhadap Bryan, karena aku takut sampai Arsyila mengetahuinya. Aku merasa tidak nyaman apabila Arsyila mengetahuinya, aku lumayan dekat dengan Arsyila.Maka dari itu aku memutuskan untuk tidak cerita ke temanku.

Aku merasa aku semakin nyaman dengan Bryan, mulai dari dia selalu perhatian kepadaku, selalu ngingatin aku untuk makan, sholat dan lain-lainnya yang membuat ku semakin dekat dengan dirinya. Bunga-bunga cinta semakin tumbuh, apa benar aku menyukai nya? Ya aku benar-benar menyukai nya.

Awalnya aku berharap bahwa Bryan juga menyukai ku. Tapi ternyata, ada hal yang tak aku ketahui. Hari demi hari kami semakin dekat, dan akhirnya Bryan cerita kepadaku. Bahwa Bryan menyukai wanita lain, dan itu benar-benar membuat ku sakit hati. Bryan cerita ke aku bahwa wanita itu meninggalkan nya tanpa alasan yang membuatnya sedih.

Bryan tidak tahu bagaimana perasaan aku saat dia bercerita tentang wanita yang disukai nya itu. Aku hanya bisa memberi masukan kepadanya. Seakan-akan tak ada yang terjadi kepadaku.

Ketika itu aku dan Bryan sedang whatsapp bareng, tiba-tiba Bryan ingin cerita kepadaku.

“ Raya, aku mau cerita boleh nggak? “, tanya Bryan kepadaku.
“ Boleh aja, emangnya kamu mau cerita apa? “, tanya ku kembali.
“ Jadi gini, aku itu lagi dekat sama seseorang wanita “, balasnya.
“ Siapa? “, balasku dengan rasa penasaran.
“ Namanya Clara. Tapi akhir-akhir ini dia berubah terhadapku, menurut kamu gimana? “, tanya Bryan.

“ Menurutku mungkin kamu ada berbuat salah terhadapnya “, pendapatku.
“ Aku juga tidak tahu, akhir-akhir ini Clara sudah tidak pernah lagi membalas pesan dariku “, balasnya lagi.
“ Memangnya kenapa? Kamu sedih? “, tanyaku.
“ Iya aku sedih, Clara hilang tanpa memberi alasan kepadaku “, jawabnya.
“ Aku juga tidak tahu harus bagaimana “, balasku.
“ Bentar ya, aku kirim screenshot chat terakhir kami “, balas Bryan.

Dengan cepat Bryan mengirim screenshot chat terakhir mereka,, setelah ku lihat screenshot tersebut, aku tidak membaca chat mereka, tetapi aku fokus dengan background chat tersebut yang terlihat Bryan bersama wanita cantik.

“ Itu clara? “, tanyaku.
“ Iya itu clara “, balasnya.
“ Cantik ya hhe “, jawabku.
“ Iya dia memang cantik “, balas Bryan.
“ Mungkin aja dia telah bosan denganmu dan menemukan laki-laki lain “, balasku.
“ Ya mungkin aja, aku juga bingung “, jawab Bryan.

“ Cari tahu aja, tanya dengan teman dekatnya “, balasku dengan menyuruh nya mencari tahu.
“ Aku sudah tanya ke temannya, tapi tidak ada yang tahu “, balasnya dengan perasaan kecewa.
“ Ya harus gimana lagi? “, tanyaku.
“ Sudahlah, terima kasih ya sudah mau memberi masukan “,balasnya.
“ Iya sama-sama “, balasku.
Whatsapp kami berakhir begitu saja tanpa ada balasan lagi.

Meski aku mengetahui bahwa Bryan tak menyukaiku, tapi hatiku tetap untuknya. Entah mengapa setiap aku ingin melupakannya hatiku terasa sakit sekali sehingga aku hanya bisa menangis.

Hal bodoh yang pernah aku lakukan adalah memendam perasaanku padanya dan hanya menunggu dia menyatakan cintanya kepadaku. Yang aku tahu itu tak mungkin terjadi, karena dia menyukai wanita lain yang lebih cantik dari ku. Hingga suatu saat aku berfikir bahwa Bryan tidak akan membalas perasaanku.

Cerpen : Sebuah Cinta Tak Terbalaskan (Bagian Ketiga)

Beberapa hari setelah aku berfikir, akhirnya aku memutuskan untuk menyatakan perasaanku kepada Bryan. Aku memberanikan diri untuk chat Bryan duluan dan menyatakan perasaanku terhadapnya, tanpa memikirkan malu yang akan ku dapatkan. Yang ku fikir setelah aku menyatakan perasaanku, aku akan tenang tanpa ada beban difikiran ku.

“ Assalamualaikum Bryan “, ucapku dengan memberi salam.
“ Waalaikumsalam, ada apa Raya? “, balasnya.
“ Aku boleh berbicara sesuatu nggak? “, tanyaku dengan ragu.
“ Iya bicara aja, boleh kok “, balasnya.
“ Aku mau jujur sama kamu, tapi aku takut “, jawabku.
“ Mau jujur apa? Kenapa harus takut? “, tanya nya dengan penasaran.
“ Jujur ya, aku itu sebenarnya suka sama kamu. Tapi aku tahu kalau aku itu bukan selera kamu. Ntah kenapa aku bisa suka denganmu, tapi inilah kenyataan yang sebenarnya “, balasku.

“ Apa?? Jadi kamu suka sama aku? “, tanya Bryan.
“ Iya aku suka sama kamu “, balasku.
“ Makasih ya sudah suka sama aku. Tapi maaf, kamu tau kan aku suka sama Clara. Aku belum bisa melupakan Clara “, jawabnya.
“ Iya aku tahu, nggak apa-apa kok. Lagi Pula aku nggak berharap lebih sama kamu “, balasku.
“ Maaf ya “, balasnya.
“ Iya nggak apa-apa kok “, balasku dengan rasa tenang.
“ Hmmm “, balasnya dengan singkat.

Memang benar cintaku tak terbalaskan oleh Bryan, karena Bryan yang lebih memilih menunggu wanita yang disukainya. Aku tak bisa berbuat apa-apa aku hanya terus berusaha untuk menghilangkan perasaanku terhadap Bryan. Karena aku sadar bahwa perasaan itu hanya dapat menyakiti ku.

Semenjak Bryan mengetahui bahwa aku memiliki perasaan terhadapnya, dia tidak pernah lagi tersenyum kepadaku. Melihat wajahku saja rasanya malas apalagi melontarkan senyuman nya kepada ku. Keadaan tak seperti dulu, dimana Bryan selalu tersenyum kepadaku.

Akhirnya aku memutuskan untuk tidak lagi menghubunginya. Sampai akhirnya, aku bisa melupakan perasaanku untuknya.

Tamat ….

Cerpen ini ditulis oleh Nurizka Alya Audina kamu juga bisa menulis karyamu di belapendidikan, dibaca jutaan pengunjung, dan bisa menghasilkan jutaan rupiah setiap bulannya, Daftar Sekarang

Ahmad Andrian F
Bukan penulis profesional namun selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk para pembacanya. Mencerdaskan generasi milenial adalah tujuan situs ini berdiri. 800 Penulis sudah gabung disini, kamu kapan ? Ayo daftarkan dirimu melalui laman resmi keluhkesah.com