Web portal pendidikan – Cerpen kali ini berjudul Memories Of You, yang dikirimkan oleh salah satu peserta dalam ajang lomba cerpen nasional bersama belapendidikan.com. Untuk lebih lengkapnya dapat kita lihat sebagai berikut.

Cerpen : Memories Of You (Bagian Pertama)

Ramai jalan kota tak membuat suasana ramai di hati Tesya. Kendaraan silir berganti tak membuatnya berkedip untuk menatapnya. Sore ini Tesya memutuskan untuk membeli sebuah novel ditoko buku. Tesya senang sekali mengoleksi novel serta cerita- cerita di website. Apalagi novel tentang cinta. Namun cinta tak seindah cerita novel. Cinta hanya indah pada saatnya saja, cinta juga tak semudah mengucapkan kata cinta.

Tesya mulai berjalan menelusuri trotoar menuju toko buku. Dengan asiknya Tesya melangkah dengan ringanya. Tetapi itu semua hanya sekejap saja, suasana indah itu hancur dengan adanya seseorang menabraknya dengan keras. Tesya hanya bisa diam tertunduk membersihkan pakaiannya yang terkena debu jalanan.

“Maaf aku terburu -buru hingga tak melihat kamu didepanku.” Suara itu membuat Tesya bagai di sambar seribu petir. Suara itu membuatnya merasakan sesak didada. Tesya menoleh ke arah wajahnya, dan benar itu dia. Orang dimasalalunya orang yang pernah menjadi belahan jiwanya . Dan orang yang dicintai sampai saat ini.

“Tesya!! Ini kamu ???. Astaga kamu sekarang beda banget ya. Tapi maaf aku terburu buru. Tapi nanti aku kabarin kamu lagi ya. Maaf banget ya. Bye boneka lucuku” Kata Nathan.. Kenapa kamu bergegas pergi hingga ku tak sempat mengucapkan sepatah katapun. Apa ini yang dinamakan cinta bertepuk sebelah tangan?

Jika iya, ini terlalu menyakitkan untukku.Tesya tak melanjutkan kepergianya untuk membeli sebuah buku. Ia bergegas setengah berlari menuju kontrakanya yang begitu mungil. Setelah kelulusan SMK Tesya memtuskan pergi ke kota orang karena ia ingin melupakan sosok Nathan dalam hidupnya. Dia memasuki kamar dengan terisak- isak.

2 Tahun yang Lalu
“Woy geser dikit bro!!.” Kata Nathan.
“Nathan, kenapa kamu sewot sih. Dateng dateng mukanya lecek.” Tanya tesya.
“Gila tuh orang, pacarku diembat juga Tesya. Ahh!!! Setres aku.”
“Udahlah cari yang laen aja. Gak usah galau.”
“Kamu gak tahu aku sayang banget sama dia Tesya. “
“Hmmmm iya terus kalau udah putus, dan cewekmu itu lebih memilih yang lain kamu mau berbuat apa Nathan.? “
“Iya deh aku relain aja cewek yang kaya begitu.”
“Nah gitu dong. Udah ah aku mau ke perpus dulu ya. Bye Nathan “ Kata Tesya sambil meninggalkan Nathan menuju perpustakaan sekolah.

Ia menelusuri lorong sekolah dengan santainya namun tiba- tiba saja Tesya terpeleset anak tangga yang menghubungkan ke lantai 2. Dia menjerit dengan kerasnya,hingga membuat semua orang berlarian kearahnya. Tesya merasa kakinya sangat sakit, entah kenapa kakinya terasa begitu menyakitkan hingga ia tak bisa menahan rasa sakit itu.

Para guru dan anggota PMR sekolah bergegas membawa Tesya ke ruang UKS serta memeriksa keadaan kakinya yang terluka. Tesya kebingungan karena ia tak tau apa yang di ucapkan oleh salah satu anggota PMR tersebut. Tesya melihat wajah kepanikan tersebar di anggota PMR. Oh Tuhan kenapa ini terjadi kepadaku, sakit ini membuatku tak berdaya.

“Aku gak tau kakimu bagaimana. Mungkin ini parah Tesya. Tapi kamu tenang aku janji aku selalu berada disampingmu. Kamu pasti kuat, udah jangan nangis ya.” Sentuhan tangan Nathan dipipiku membuatku merasa tenang dan genggamanya terasa sangat nyaman.

Nathan mengikuti Tesya ke rumah sakit. Entah kenapa ia sangat khawatir dengan dirinya. Mungkin karena Tesya adalah seseorang yang selalu mengerti tentang diri Nathan. Tapi Nathan masih heran, bagaimana Tesya bisa jatuh dari tangga hingga kakinya cidera sangat parah.

“Bakal kuselidiki kronologi kejadianya seperti apa dan entah kenapa melihat senyumanya aku merasa tenang. “ Kata Nathan dalam hati. Nathan masih menemani Tesya hingga saat ini. Ternyata nathan begitu perhatian dengan Tesya, Dia juga bela belain cari tahu kenapa Tesya bisa terjatuh di tangga.

Dan ternyata terungkap sudah hal yang mengganjal di fikiran Nathan. Karena ada yang sengaja menyiram minyak goreng di lantai tangga hingga membuat Tesya terjatuh. Yang tak lain ialah Dea, memang benar Dea dan rekan- rekanya selalu iri dan benci melihatnya. Karena Tesya bisa dibilang anak yang disegani para guru disekolahnya.

Namun Tesya tidak sombong dan tidak pernah sedikitpun melukai hati teman- temanya. Entah Tesya salah apa terhadap mereka hingga mereka seperti itu kepadanya. Tapi Tesya bersyukur berkat Nathan, Dea dan rekan -rekanya di scors selama 1 minggu oleh guru BK. Mungkin dengan cara seperti itu mereka jera dan tidak mengulangi kesalahanya lagi.

Cerpen : Memories Of You (Bagian Kedua)

Semenjak kejadian itu Nathan dan Tesya selalu bersama- sama. Belajar kelompok, cari tugas bahkan ke kantin pun mereka bersamaan. Tesya merasa senang mempunyai sahabat yang begitu perhatian dan mengerti tentang dirinya. Nathan juga selalu membantunya belajar berjalan tanpa menggunakan tongkat.

Ya …. saat isiden Tesya terjatuh kaki kirinya mengalami keretakan yang cukup parah. Ia merasa seperti tak berdaya, namun Nathan selalu memberinya dorongan untuk penyembuhan kaki Tesya . Hingga saat ini Nathan selalu bersama Tesya hingga perasan itu datang.

Tesya masih teringat ucapan-ucapan kawannya tentang perasaanya terhadap Nathan. Tesya sudah tidak sanggup menyembunyikan perasaanya terhadap Nathan. Jika ia tak memberi suatu kode dengan Nathan maka Nathan gak bakal mengerti tentang persaanya terhadap Nathan.

Akhir- akhir ini Tesya sangat perhatian dengan Nathan dan dengan cara inilah Tesya mengungkapkan persaanya terhadap Nathan dan mudah -mudahan saja Nathan mengerti tentang sikapnya ini.

Tapi sayang, tingkahnya hanya bertahan satu bulan saja. Karena Rindi teman dekat Tesya sudah membocorkan perasaan Tesya kepada Nathan hingga Nathan memakinya. Kata makian Nathan masih terngiang hingga saat ini Tesya tak bisa melupakan sampai kapanpun.

“Apakah pantas seorang sahabat saling mncintai Tesya!!! Aku gak mau hubungan kita lebih dari sahabat. Aku perhatian denganmu mengerti tentangmu karena aku peduli dan karena kamu sahabat terbaikku. Tapi aku salah memberikan perhatian kepadamu, hingga membuat kamu salah mengartikan ini semua. Aku gak akan suka bahkan mencintai sahabatku sendri.”

“Sudah hentikan Nathan!!! Cukup. Kalau itu maumu oke. Akan aku turuti. Tapi maaf hati tak bisa terus terusan memendam cinta kepadamu. Aku sudah tidak kuat untuk menahanya Nathan dan aku tau kamu juga bohong terhadap persaanmu nathan.

Mau sampai kapan kamu menutupi perasaan itu kepadaku. Tapi kalau itu yang terbaik buat kita. Lebih baik kita gak saling kenal dan aku mohon lupain aku dan semua kenangan kebersamaan kita. Maaf aku harus pergi ke kota lain. Aku minta maaf kepadamu jika aku salah mengartikan semua ini.” Jawab Tesya sambil meninggalkan Nathan.

Cerpen : Memories Of You (Bagian Ketiga)

Memang sudah 2 tahun lamanya tentang pertemuan terakhir yang begitu menguras tenaga dan fikiran sejak saat itu Tesya menghilang dari kehidupan Nathan hingga saat ini. Pertemuan tadi hanya menambah kesedihan Tesya . Tiba-tiba saja telfon Tesya berdering, namun ia tak mngenali nomor telfon tersebut karena tidak terdaftar di kontaknya

“Halo…Tesya. “ Suara itu yang tak lain ialah suara Nathan.
“Nathan. “ Jawabnya singkat dengan menahan air mata untuk tidak mengalir di pipinya. Karena sudah sangat sering Tesya menangisi Nathan.
“Tesya jangan tutup telfonku. Aku hanya ingin meminta maaf karena aku telah berkata kasar denganmu 2 tahun yang lalu. Aku juga…… “

“Halo . Nathan.” Ah sial batraiku ternyata lowbat. Sudahlah lupain saja sosok Nathan aku sudah sangat menyesal sudah berani mencintai Nathan. Itu kesalahan besar bagiku. Andaikan dulu aku memendam rasa cintaku mungkin saat ini aku masih bersama Nathan. Nathan mulai mengetuk perlahan pintu rumahnya. Tak berapa lama terdengar bunyi kunci sedang dubuka.

“Tesya….”
“Nathan. Kamu ngapain kemari dari mana kamu tahu rumahku ini.” Kata Tesya panik.
Nathan tak menjelaskan apa apa ia menarik tangan Tesya keluar dari rumah dan memasukan Tesya kedalam mobilnya

“Nathan !!! Apa apaan ini!! Kamu mau menyulikku.!!! Nathan hentikan mobil ini.” Teriak Tesya. Nathan tetap saja diam dan membisu. Ia hanya ingin mengajak Tesya ke sebuah taman kota. Karena Nathan hanya ingin berbicara dengan Tesya secara perlahan. Nathan memilih sebuah taman karena nathan ingin memperlihatkan Tesya tentang sebuah kenangan bersamanya di taman.

“Nathan lepasin tanganku. Aku mohon lupain aku dan pergi dari kehidupanku.” Kata Tesya sambil menangis.Tetap saja Nathan hanya diam, dia tak sanggup mengungkapkan perasaanya yang sebenarnya. Ia sedih melihat Tesya selama ini menderita oleh egonya sendri. Nathan mulai menghapus air mata Tesya di pipinya.

“Kamu ingat ini kan Tesya, kenapa kamu pergi jauh dari hidupku. Aku gak ingin berpisah denganmu sampai kapanpun Tesya. Aku minta maaf atas kata kataku dahulu. Aku sudah terselimuti egoku sendiri hingga aku tak memikirkan perasaanmu.

Tesya tolong tatap mataku Tesya tatap wajahku. Aku sungguh sangat mencintaimu Tesya” Kata Nathan membuat Tesya terkejut dengan ucapanya.

“Apa Nathan kamu mencintai Aku. Kamu bohong kan kamu cuma ingin aku kembali dalam hidupmu kan. Tapi kamu gak mencintai aku lebih dari sahabat kan seperti aku mencintai kamu.” Kata tesya dan bergegas pergi

“Tesya tunggu!! Jika kamu pergi aku gak akan bisa bertunangan Tesya dan Apakah kamu sudah lupa tentang janjiku pada sebuah taman. Apa kamu sudah tak ingat tentang kenangan kita. Apakah kamu sudah lupain aku.” Teriak Nathan hingga membuat Tesya berhenti dan berfikir.

“Nathan, kamu serius….” Kata Tesya lirih.
“Tesya maukah kau menikah denganku? Dengan cara ini aku dan kamu tak akan berpisah dan aku janji akan menjaga kamu seperti boneka kristalku. “ Kata Nathan kepada Tesya.
“Tapi kamu bilang kamu akan bertunangan. Tapi kenapa kamu malah…..?
“iya aku mau tunangan denganmu, seperti janjiku pada taman ini 2 tahun yang lalu.

Tamat ….

Cerpen ini ditulis oleh Widiya Nur Setyaningsih kamu juga bisa menulis karyamu di belapendidikan, dibaca jutaan pengunjung, dan bisa menghasilkan jutaan rupiah setiap bulannya, Daftar Sekarang

Ahmad Andrian F
Bukan penulis profesional namun selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk para pembacanya. Mencerdaskan generasi milenial adalah tujuan situs ini berdiri. 800 Penulis sudah gabung disini, kamu kapan ? Ayo daftarkan dirimu melalui laman resmi keluhkesah.com