Web portal pendidikan – Cerpen kali ini berjudul Buah dari kesabaran, yang dikirimkan oleh salah satu peserta dalam ajang lomba cerpen nasional bersama belapendidikan.com. Untuk lebih lengkapnya dapat kita lihat sebagai berikut.

Cerpen : Buah Dari Kesabaran (Bagian Pertama)

“Dasar ga berguna!”
“Ga tau diri!”
“Dasar rubah!”
“Alien!”
“Iblis!”

Aku berjalan menyusuri komplek menuju rumahku dengan langkah gontai , baju yang di penuhi dengan susu, saos , kecap , dan minuman lainnya.

Pikiranku tak karuan , ucapan yang di ucapkan oleh teman-temanku tadi sangatlah menyakiti hatiku, mereka tak pernah henti-hentinya membully ku. Aku tidak tau apa salahku kepada mereka tapi mereka selalu saja menghinaku , mencaci makiku dengan ucapan – ucapan yang sangatlah menyebalkan bagiku.

Perlahan air mataku turun tanpa aku bisa menahannya lagi , aku menangis dalam diam hingga sampai kerumah.

” kamu kenapa akira?” bunda sangat khawatir melihatku pulang dengan keadaan mata yang bengkak karena menangis dan bajuku yang sangatlah kotor. Perlahan aku mendekat ke arah bunda , dan aku langsung memeluknya.
“Kira lelah bunda” aku menangis di pelukan bunda.
“Kamu kenapa nak?”

“Mereka terus saja begitu bunda, mereka selalu mempermalukanku di depan umum, membicarakanku , menghinaku , mencaci makiku , dan terkadang menyakitiku bunda. ” aku mengeratkan pelukanku.

“Kamu harus sabar akira.”

” sampai kapan kira harus sabar bunda, apakah salah jika wajah kira seperti ini ? Sangat hitam , jerawat yang hampir menutupi wajah kira dan juga luka bakar yang ada di wajah kira. ini bukan kemauan kira memiliki wajah seperti ini bunda, kira juga mau memiliki wajah normal seperti banyak orang bunda….” sebelum aku selesai bicara perlahan kepalaku pusing badanku lemas dan perlahan semuanya terasa gelap.

04.40

Aku terbangun dan aku melihat sekelilingku, sepertinya ini adalah kamarku. Apa yang terjadi ? Bukannya aku pulang sekolah ? Dan sekarang pukul 04.40 pagi. Aku mencoba mengingat-ngingat kejadian kemarin dan yah aku mengingatnya perlahan air mataku mulai terjatuh kembali.

Aku langsung bangkit dari ranjangku dan mengusap air mataku , aku melihat di cermin pantulan diriku , apakah aku seburuk itu ? Aku ingin ayah segera menyelesaikan masalahnya aku lelah terus berpura-pura seperti ini

Aku berjalan menyusuri koridor sekolahku hari ini adalah pembagian raport jadi aku berjalan dengan santai karena hari ini tidak akan belajar. Aku melihat beberapa anak berlarian menuju papan informasi , di sana banyak anak-anak sedang berkumpul.

Aku berjalan mendekati mereka , tiba-tiba mereka semua melihat kearahku dan memberiku jalan untuk melihat informasi apa yang ada di papan informasi , semua orang melihatku dengan tatapan benci, iri , dan menatapku seolah aku adalah musuh bagi mereka.

Cerpen : Buah Dari Kesabaran (Bagian Kedua)

Perlahan aku melihat papan informasi itu, dan ternyata itu adalah informasi mengenai peringkat siswa.

Perlahan aku mencari namaku dan yeahh ternyata aku mendapatkan peringkat 1 pararel , dengan perasaan yang sangat bahagia perlahan aku menjauhkan tubuhku dari orang-orang yang sejak tadi berbisik-bisik membicarakanku, tapi aku tidak peduli karena aku merasa sangat bahagia.

“Heh kamu.” tiba-tiba seseorang menepuk pundakku.
“Di panggil tuh ke ruang kepala sekolah.”
Aku mengangguk dan berjalan menjauh dari laki-laki itu.

“Selamat pagi pak.” aku membuka pintu ruangan kepala sekolah.
” silahkan masuk.”
Aku mendekat kearah kepala sekolah.
” silahkan duduk kira.”

” baik pak.”
” kira , langsung saja yah. Bapa ingin memberi tahu kamu, jika kamu dapat mempertahankan peringkat pararelmu , dan terus-terusan memenangkan lomba 02SN yang ada di sekolahmu , maka kamu akan mendapatkan beasiswa di universitas ITB bandung.”

“Beneran pak? , bapak ga bohong kan?”
” iyah akira , dan bahkan semua biaya di tanggung oleh pemerintah. Tapi itu juga jika kamu bisa mempertahankan prestasimu.”
“Kira pasti bisa pak , makasih pak makasih.” aku sangat bahagia dan bahkan sangat sangat bahagia mendengarnya.

“Oh iyah kira , kamu mendapatkan undangan dari bela pendidikan untuk sharing bagaimana cara belajar kamu selama ini karena semua nilai kamu sangatlah mengagumkan.”

“Tapi saya tidak tau dimana tempatnya pak , dan saya juga malu jika harus berada di depan banyak orang , bapak tau sendiri saya bagaimana.”
” nanti akan ada yang mengantarkan kamu dari pihak sekolah, kamu tidak perlu malu bapak percaya kamu , kamu pasti bisa .”
” trimakasih sudah percaya sama saya pak , baiklah saya akan datang kesana.”
“Baiklah bapa hanya menyampaikan itu saja kamu boleh pergi.”
” trimakasih pak.” aku menyalami kepala sekolah dan mulai melangkahkan kakiku keluar ruangan.

Dengan sangat bahagia aku berjalan menuju gerbang sekolah , aku ingin segera pulang untuk memberitahu bunda tentang hal ini.

Aku berjalan di lapang dan sedikit lagi sampai menuju gerbang sekolah. Tapi tiba-tiba 3 mobil mewah datang secara beriringan dari gerbang sekolah dan sekarang mereka mengelilingi diriku.

Semua mata tertuju padaku , apalagi semua siswa sedang berada di di dekat lapangan dan mereka sangat takjub dengan mobil-mobil mewah yang mengelilingiku. Perlahan satu-persatu orang dari mobil itu keluar dan mendekatiku . Sekarang aku mulai merasa cemas , keringat dingin membasahi pelipisku.

Tiba tiba saja…..

Brewekkkk

Suara sesuatu yang sobek terdengar sangat keras. Aku menutupi wajahku saat topengku di paksa di buka oleh seseorang , sekarang aku mulai meneteskan air mata. Ketiga laki-laki yang tadi turun dari mobil itu memelukku.

Semua orang yang ada di sekolah mendadak hening, seolah mereka semua tidak percaya dengan apa yang mereka lihat.

” jangan tutupi diri kamu lagi kira, semuanya telah selesai kira.”
“A a apa maksudmu.” aku bicara dengan nada yang serak.
“Ayahmu telah menemukan orang yang selama ini berniat membunuhmu, dan sekarang dia sudah di penjara.”

Aku melepaskan pelukan mereka semua dengan sebuah tangisan kebahagiaan” benarkah ? Benarkah apa yang barusan kamu bilang?.”

” iyah dan sekarang kamu tidak perlu menutupi wajahmu dengan topeng menjijikan itu.”
“Trimakasih.” aku mulai memeluk mereka lagi, mereka sahabatku dari kecil.mereka sahabat yang aku sayangi dan selalu membantuku, sekarang aku bebas melakukan apapun yang aku mau dan tidak perlu menutupi lagi wajahku dengan topeng yang ayahku buat dengan sedemikian rupa suapaya menyatu dengan wajahku, hari ini aku sangat sangat bahagia , karena setelah bertahun-tahun akhirnya aku tidak akan di hina lagi.

Cerpen : Buah Dari Kesabaran (Bagian Ketiga)

Beberapa minggu kemudian…..

Hari ini aku berjalan di koridor sekolah semua orang yang melihatku seolah takjub dengan wajahku. Hari ini tidak ada lagi tatapan benci, jiji bahkan tidak ada lagi cacian dan makian dari teman-teman sekolahku.

Setelah kejadian waktu itu aku mempunyai banyak teman , tidak ada lagi anak-anak yang membully ku. Hari ini setelah bertahun-tahun menutupi wajahku di balik topeng itu akhirnya aku bisa hidup dengan bebas tanpa tekanan.

Setelah topeng itu terlepas bahkan ada orang yang memanggilku untuk menjadikanku seorang model. Dan sekarang aku menjadi model majalah remaja dan aku banyak di perbincangkan oleh kaum remaja karena kecantikanku.

Hari ini aku menjadi manusia biasa yang hidup dengan normal, tak pernah aku percaya aku bisa merasakan hidup dengan damai dan nyaman seperti ini penderitaanku telah usai.

Bahkan sekarang ayahku pindah menjadi tinggal bersamaku dan tidak lagi di luar negri , keluargaku menjadi lengkap, dan ketiga sahabat laki-laki ku itu sekarang pindah sekolah menjadi satu sekolah bersamaku.

Dan sekarang kami ber empat menjadi anak yang paling terkenal di sekolah , tapi bukan karna aku si anak pintar yang buruk rupa melainkan kami anak-anak yang berprestasi di sekolah juga kami terkenal dengan anak-anak kaya yang mempunyai tampang sangat keren.

Sekarang aku sadar bahwa bahagia itu ada , hanya seberapa sabar saja kita menunggunya.

” akira….” Teriak tiga sahabatku.
“Hey melamun aja , ayo masuk”mereka merangkulku dan kamipun memasuki ruangan kelas bersama-sama.

Tamat ….

Cerpen ini ditulis oleh Silpi Nurhasanah kamu juga bisa menulis karyamu di belapendidikan, dibaca jutaan pengunjung, dan bisa menghasilkan jutaan rupiah setiap bulannya, Daftar Sekarang

Ahmad Andrian F
Bukan penulis profesional namun selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk para pembacanya. Mencerdaskan generasi milenial adalah tujuan situs ini berdiri. 800 Penulis sudah gabung disini, kamu kapan ? Ayo daftarkan dirimu melalui laman resmi keluhkesah.com