Web portal pendidikan – Cerpen kali ini berjudul 120 menit indah bersamamu, yang dikirimkan oleh Mutiara Sari Assar. Untuk lebih lengkapnya dapat kita lihat sebagai berikut.

Cerpen : 120 Menit Indah Bersamamu (Bagian Pertama)

Mentari mulai menampakan binarnya. Hari ini hari pertamaku masuk sekolah. Betemu dengannya dalam satu sekolah adalah kisah tersendiri bagiku. Perawakanku yang besar membuatku ditakuti siswa lain.

Akan tetapi, aku pribadi yang periang dan supel pun dapat membuatku cukup terkenal di sekolah. Tak hanya terkenal dikalangan para siswa, staf dan guru pun semuanya mengenal diriku.

Eksistensiku inililah yang kemudian banyak menarik para senior untuk mengajakku bergabung dengan ekstrakulikuler. Pramuka dan PMR menjadi pilihanku. Setelah mengikuti ekstrakulikuler itu, aku di minta untuk ikut Osis di sekolah. Akhirnya, setelah di pikir² kuterima ajakan guruku.

Sebulan masuk sekolah, aku temukan teman yang spesial. Namanya Bayu, kelasnya bersebelahan denganku. Dia asli kota kebumen, kota dimana tempat tinggalku berada.

Rumahnya jauh dariku, walaupun begitu dia tetap mau main ke rumahku. Keluargaku sudah mengenal dia, Bahkan jika keluargaku bepergian. Dia di ajak juga pergi bersama kami, awalnya malu dan menolak untuk pergi bersama. Akhirnya mau karena bujuk rayu ibuku, dan kita pergi bersama.

Setelah Setahun sekolah di Mts dan sekitar Setahun juga mengenal dia, tiba libur semester dan kita Tak jumpa selama libur semester. Betapa rindunya kami ketika telah lama tak berjumpa, sehari sebelum masuk kita janjian untuk bertemu.

Pertemuan yang sangat mengharukan, kita berbincang lama sampai lupa kalau matahari mulai tenggelam. Saat mau pulang kita melakukan sesi foto, dan foto itu kita jadikan kenang – kenangan.

120 Menit Indah Bersamamu (Bagian Kedua)

Liburan telah berakhir, kita masuk sekolah. Dan ternyata kelas kita bersebelahan lagi, sebulan setelah mulai pelajaran lagi. Aku jatuh sakit, dan dia orang pertama di sekolah yang mencari dimana aku dan bagaimana keadaanku. Ya, seminggu hingga dua minggu aku rawat jalan. Dan akhirnya aku rawat inap juga karena anjuran dari dokter, selama rawat inap dia teman satu²nya yang selalu ada buat aku.

Sudah seminggu lebih aku di rawat inap, tapi dokter belum bolehin pulang. Di hari ke sembilan aku rawat inap di Rumah sakit, bayu minta Izin sama dokter untuk mengajak aku jalan².

Karena dia kekeh pengen ngajak aku main, akhirnya si dokter mengizinkan kami pergi berdua. Hari ke sepuluh aku di Rumah sakit, dan si bayu membawa aku pergi main. Tempat yang dia pilih memang tempat yang sangat romantis, dan memang banyak sepasang kekasih main ke sana. Tepat pukul 04:00 dia berangkat denganku, menggunakan sepeda motor tua kesayangannya.

Sesampainya kita di sana, dia langsung turun dari motor dan membantuku untuk turun dari motornya. Ya karena dia begitu sayang padaku, dia menggandengku. Tapi bukan pegangan tangan, karena bagi dia itu bukan mukhrim. Jadi dia pakailah tas yang aku bawa, lalu menyuruhku memegang salah satu sudut tas itu untuk pegangan.

Katanya biar aku gak hilang, jadi aku turuti apa maunya. Kita menuju ke sudut pantai yang memang indah pemandangannya Jika di lihat dari sudut, kami duduk berdua di bibir pantai.

Dia pamit pergi padaku katanya hanya sebentar, aku bolehkan dia pergi. Setelah 15 menit dia pergi, dia kembali dengan membawa kelapa muda yang sudah di buka di salah satu bagian kelapangan. Kita duduk kembali berdua, menikmati indahnya pantai di sore hari dan kelapa muda yang di suguhkan bayu.

120 Menit Indah Bersamamu (Bagian Ketiga)

Setelah kelapa muda punya dia habis, dia pamit lagi padaku untuk pergi mandi di pantai. Karena sudah jam 5 lebih jadi aku tak mengizinkan, aku meminta dia untuk mengantarku ke Rumah Sakit lagi. Tapi bayu menolak, dia memilih untuk mandi di pantai. Awalnya aku sangat khawatir, dan marah padanya.

Tapi ya sudah akhirnya aku mengizinkan dia mandi di pantai, dan aku hanya memantaunya dari jauh. Sekitar sudah setengah jam bayu mandi di pantai dan tak muncul tubuhnya di permukaan pantai. Aku beranjak pergi dari situ dan menanyakan pada tim sar, dan tim sar mencoba mencari dia. Karena saking paniknya aku, aku mencari bantuan dari warga sekitar juga untuk mencarinya.

30 menit berlalu, dia di temukan dalam keadaan sudah tak bernyawa lagi. Karena aku terkejut, aku pingsan pada Saat itu juga. Aku siuman setelah 15 menit yang lalu bayu di temukan, di Saat aku siuman aku hanya bisa menangis meratapi kepergiannya.

Aku hubungi dokter yang biasa merawatku, aku sampaikan bahwa dia pergi selamanya sambil aku menangis terisak-isak. Ku kasih tau dimana lokasi aku berada, dan sekitar sejam kemudian dokter dan perawat yang biasa merawatku datang.

Aku bertanya pada dokter, “dok apa dia masih bisa di tolong?”. Dokter memeriksa keadaan bayu, Yang memang badannya sudah basah kuyub dan dingin. Aku mencoba menghangatkan tubuhnya, namun tetap saja masih dingin kata si perawat. Akhirnya si dokter mengatakan bahwa “dia sudah tiada”, pada Saat itu juga aku menangis dan menjerit “TIDAK MUNGKIN”. (Dan Bayu pergi untuk selamanya)

Tamat ….

Cerpen ini ditulis oleh Mutiara Sari Assar kamu juga bisa menulis karyamu di belapendidikan, dibaca jutaan pengunjung, dan bisa menghasilkan jutaan rupiah setiap bulannya, Daftar Sekarang

Ahmad Andrian F
Bukan penulis profesional namun selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk para pembacanya. Mencerdaskan generasi milenial adalah tujuan situs ini berdiri. 800 Penulis sudah gabung disini, kamu kapan ? Ayo daftarkan dirimu melalui laman resmi keluhkesah.com