Web portal pendidikan – Esai kali ini berjudul Bulying, masalah sederhana mengancam nyawa, yang dikirimkan oleh salah satu peserta dalam ajang lomba esai nasional bersama belapendidikan.com. Untuk lebih lengkapnya dapat kita lihat sebagai berikut.

Bulying, Masalah Sederhana Mengancam Nyawa

Masalah merupakan hal yang ada dalam setiap kehidupan manusia. Semua orang tentu pernah mengalaminya mulai dari permasalahan yang kecil hingga ke permasalahan yang besar.

Sebuah Masalah jika tidak diselesaikan dengan segera akan menimbulkan masalah yang semakin membesar atau semakin mempersulit. Misalnya saja pada era saat ini, banyak fenomena di masyarakat yang dianggap remeh namun jika dibiarkan akan berdampak serius dan berbahaya. Hal ini dialami oleh siapapun baik orang dewasa maupun anak-anak.

Menurut data KPAI (Komisi Perlindungan Anak) mendata bahwa kasus kekerasan terhadap anak dapat melalui 3 hal, dari orang tua, keluarga, maupun orang terdekat seperti teman. Tindak kekerasan sebagian besar dilakukan oleh remaja.

Remaja saat ini berbeda dengan remaja pada dulu, remaja pada zaman dahulu cenderung mengedepankan hal kesopanan, tata krama, maupun perilaku serta remaja dulu sangatlah mengutamakan masalah pendidikan karena mereka menganggap pendidikan sangat penting untuk masa depan.

Berbanding terbalik dengan zaman sekarang ini, remaja sebagian besar memiliki kepribadian yang cenderung menyimpang perilaku, tata krama maupun dalam hal pergaulan.

Di era-globalisasi saat ini banyak sekali fenomena terjadi di dunia pendidikan yang banyak dilakukan oleh para siswa ataupun remaja. Antara lain: tawuran remaja, demonstrasi, minum-minuman keras, merokok, mengonsumsi narkoba, pencurian hingga sampai hal pemerkosaan.

Dari hal-hal tersebut dapat disimpulkan bahwa tindakan tersebut termasuk kedalam masalah yang cukup berat. Disisi lain adapun hal-hal yang dianggap sederhana namun juga sangat berbahaya salah satunya adalah bullying.

Apa Sih Arti Bulying itu Sendiri ?

Bullying berasal dari kata bully, yang berarti “ancaman”. Dalam bahasa inggris berarti penyiksaan atau pelecehan yang dilakukan berulang-ulang terhadap orang yang lebih lemah (Bambang Sudibyo yang dikutip dalam Kompas. Senin,01 Mei 2006).

Bully juga dapat diartikan keadaan dimana seseorang melakukan tindak intimidasi atau kekerasan terhadap pihak lain dengan maksud mencari kepuasan sendiri dari pelaku. Bullying marak sekali terjadi di lingkungan masyarakat, terutama pada lingkungan sekolah.

Bullying di lingkungan sekolah cenderung berbahaya. Hal tersebut dikarenkan pelaku bullying dalam kaitan ini adalah anak-anak sekolah. Dimana mereka mempunyai pikiran yang masih labil dan cenderung ingin melakukan tindakan yang nekat.

Berbagai bentuk perilaku yang dapat digolongkan bullying dibagi menjadi dua yaitu perkataan dan perbuatan. Bullying dalam bentuk perkataan antara lain: menyebarkan gosip, mengolok-olok, penghinaan ras, maupun status sosial ekonomi. Sedangkan dalam bentuk perbuatan antara lain: tindakan pukulan, menendang maupun penganiayaan hingga yang lebih parah pembunuhan.

Bulying Sendiri ada macam jenis nya, yaitu dapat dipaparkan sebagai berikut

Disisi lain bullying dibedakan menjadi 2 yakni: bullying dilakukan secara langsung dan bullying secara tidak langsung. Bullying secara langsung adalah tindakan pelaku kepada korban dengan kontak secara langsung.

Sedangkan bullying secara tidak langsung (cyberbullying) adalah keadaan dimana seorang remaja dihina, diejek, dan diintimidasi melalui media sosial. Misalnya facebook, twitter, whatsapp, instagram, path, dan segala bentuk sosial media lainnya. Bullying sangat berbahaya baik yang dilakukan secara langsung maupun secara tidak langsung.

Adapun contoh tindakan bullying di Indonesia antara lain: Kasus Sandy warga serpong, Tangerang. Ia tewas tersengat listrik setelah diikat oleh temannya di tiang listrik yang kemudian disiram air seember. Kejadian tersebut dilakukan temannya dengan maksud ingin merayakan ulang tahun temannya tersebut.

Tetapi, Tuhan berkehendak lain. Sandy tewas karena kabel tiang listrik terkelupas. Contoh lain yakni seorang siswi sebut saja bernama tina. Ia sering sekali di olok-olok oleh teman sekelasnya dikarenakan mereka mengganggap raut wajah mereka lebih cantik dan dari segi ekonomi mereka merasa orang paling kaya. Dampaknya Tina pun sering merasa tidak percaya diri, lebih suka menyendiri daripada bergaul dengan temannya, serta lebih sering tidak masuk sekolah. Hal ini sperlu ditindak lanjut mengapa terjadi bullying.

Apa Saja Sih Penyebab Dari Tindakan Bulying ini ?

Penyebab bullying dibagi menjadi 2 faktor, yakni faktor individu dan faktor keluarga. Penyebab faktor individu di antaranya yakni kemungkinan sebelumnya pelaku bullying jadi korban perlakuan negatif atau kekerasan yang dilakukan kakak kelas mereka sebelumnya.

Kemudian faktor keluarga antara lain: kurang kasih sayang, kurangnya pengawasan orang tua, didikan yang tidak sempurna serta kurangnya perhatian orang tua. Dari beberapa faktor tersebut dapat disimpulkan bahwa tindakan bullying oleh pelaku terhadap korban dipicu rasa balas dendam. Karena, pelaku tersebut kemungkinan menginginkan orang lain merasakan hal yang pernah ia rasakan.

Tidak hanya dari kedua faktor tersebut ada hal lain yang memicu bullying. Contohnya, pelaku mempunyai masalah dengan keluarganya yang kemudian ia tidak bisa menyelesaikan masalahnya sendiri. Alhasil, ia pun akhirnya melampiaskan amarahnya kepada orang lain yang dianggapnya lemah.

Yang menjadi tanda tanya besar adalah mengapa terjadi bullying ?

Bullying dilakukan oleh seorang pelaku ataupun kelompok yang menganggap dirinya seseorang yang paling kuat dan berkuasa serta hal tersebut dilampiaskan kepada seseorang yang mereka anggap tidak memiliki keberanian untuk melawan atau lemah.

Bullying dilingkungan sekolah kebanyakan dilakukan oleh sesama siswa, mereka tidak sadar bahwa bullying dapat merugikan diri sendiri dan orang lain. Bullying sangat merugikan. Adakah dampak yang ditimbulkan? Jika Ada hal apa sajakah?

Bullying pada hakikatnya merupakan perbuatan yang tidak terpuji dan tidak baik. Bullying termasuk dalam tindakan kejahatan karena tindakan ini dapat menimbulkan dampak kepada pelaku maupun korban.

Dampak bullying bagi pelaku antara lain: mendapat sanksi atau hukuman dari guru, akan dikucilkan oleh teman-temannya, akan memiliki watak keras, merasa memiliki kekuasaan.

Sedangkan dampak yang dialami korban antara lain: depresi, rasa cemas berlebihan, selalu merasa takut, hilangnya rasa kepercayaan diri, merosotnya prestasi akademik maupun non akademik, penyendiri, balas dendam, terpikir atau bahkan mencoba untuk bunuh diri.

Untuk mengatasi bullying di sekolah, sangat diperlukan bantuan komponen dari pihak lain baik dari guru, siswa, kepala sekolah maupun dari pihak orang tua. Sebelum mengarah kepada orang tua tentang suatu permasalahan sebaiknya melakukan mediasi antara pelaku dan korban.

Disini peran gurulah yang dibutuhkan, terutama guru Bimbingan Konseling. Disini guru Bimbingan Konseling (BK) memiliki beberapa aspek dalam mengatasi permasalahan. Pertama, aspek preventif yang tertuju kepada pemberian pelayanan informasi baik dari siswa maupun orang tua. Kedua, aspek kuratif yakni dengan melakukan mediasi serta memberikan sanksi sesuai tata tertib. Ketiga, aspek preservative seperti layanan individu baik korban ataupun pelaku.

Tidak hanya dari pihak sekolah untuk mengatasi tindakan bullying, disini dari diri sendirilah perlu dibentuk adanya kesadaran diri untuk lebih berani agar tidak terjadi tindakan bullying. Seperti menanamkan sikap percaya diri yang tinggi, tidak merasa takut akan tindakan bullying, mempunyai prinsip dan motivasi ke arah yang lebih maju.

Disisi lain untuk mengatasi bullying di sekolah perlu dibentuk program anti-bullying yang kegiatannya yakni seperti melakukan kegiatan positif dengan tujuan untuk membangun karakter yang berjiwa positif.

Esai ini di tulis oleh Ulfa Lailiyah kamu juga bisa menulis karyamu di belapendidikan, dibaca jutaan pengunjung, dan bisa menghasilkan jutaan rupiah setiap bulannya, Daftar Sekarang

Ahmad Andrian F
Bukan penulis profesional namun selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk para pembacanya. Mencerdaskan generasi milenial adalah tujuan situs ini berdiri. 800 Penulis sudah gabung disini, kamu kapan ? Ayo daftarkan dirimu melalui laman resmi keluhkesah.com