Web Portal Pendidikan – Artikel kali ini saya buat dengan judul Berbagai Pendekatan Dalam Ilmu Politik. Banyak pendekatan pendekatan yang harus kita ketahui dalam ilmu politik. Pendekatan apa apa saja sih ? mari kita cari tau dengan membaca artikel ini.

Berbagai Pendekatan Dalam Ilmu Politik


Pendekatan Legal/Institusional

Pendekatan Legal/Institusional yang sering dinamakan pendekatan tradisional mulai berkembang abad ke 19 pada masa sebelum Perang Dunia II.

Dalam pendekatan ini negara menjadi fokus pokok, terutama segi konstitusional dan yuridis nya.

Bahasan tradisional menyangkut antara lain sifat dari Undang-undang dasar, masalah kedaulatan, kedudukan dan kekuasaan formal serta yuridis dari lembaga lembaga kenegaraan seperti parlemen, badan eksekutif, dan badan yudikatif.

Dengan demikian pendekatan tradisional ini mencakup baik unsur legal maupun unsur institusional.

Seandainya kita ingin mempelajari parlemen dengan pendekatan ini maka yang akan dibahas adalah kekuasaan serta wewenang yang dimilikinya seperti tertuang dalam naskah naskah resmi (undang-undang dasar, undang undang atau peraturan tata tertib) hubungan formal dengan badan eksekutif, struktur organisasi, atau hasil kerjanya.

Yang terjadi, pendekatan tradisional lebih bersifat normatif dengan mengasumsikan norma norma demokrasi barat. Menurut penglihatan ini, negara di tafsirkan sebagai suatu badan dari norma norma konstitusional yang formal.

Contoh dari pendekatan ini adalah Karya R. Kranenburg, yang berjudul Algemene Staatsleer, yang terjemahannya telah lama beredar di Indonesia dengan judul Ilmu Negara Umum.

Di samping itu, bahasan biasanya terbatas pada negara negara demokrasi Barat, seperti Inggris, Amerika, Perancis, Belanda, dan Jerman. Dengan demikian dapat dipahami bahwa pendekatan ini kurang memberi peluang bagi terbentuknya teori teori baru.

Pendekatan Perilaku


Pendekatan perilaku timbul dan mulai berkembang di Amerika pada tahun 1950an seusai perang dunia II. Adapun sebab sebab kemunculannya adalah sebagai berikut.

Pertama, sifat deskriptif dari ilmu politik dianggap tidak memuaskan, karena tidak realistis dan sangat berbeda dengan kenyataan sehari hari.

Kedua, ada kekhawatiran bahwa jika ilmu politik tidak maju dengan pesat, ia akan ketinggalan dibanding dengan ilmu ilmu lainnya, seperti sosiologi dengan tokohnya Max Weber dan Talcot Parson, antropologi dan psikologi.

Ketiga, dikalangan Amerika telah muncul keraguan mengenai kemampuan para sarjana ilmu politik untuk menerangkan fenomena politik.

Salah satu pemikiran pokok dari pendekatan perilaku ialah bahwa tidak ada gunanya membahas lembaga lembaga formal, karena pembahasan seperti itu tidak banyak memberi informasi mengenai proses politik yang sebenarnya.

Sebaliknya, lebih bermanfaat untuk mempelajari perilaku manusia karena merupakan gejala yang benar benar dapat diamati.

Pembahasan mengenai perilaku bisa saja terbatas pada perilaku perorangan saja, tetapi dapat juga mencakup kesatuan kesatuan yang lebih besar seperti organisasi kemasyarakatan, kelompok elite, gerakan nasional, atau suatu masyarakat politik.

Pendekatan ini tidak menganggap lembaga lembaga formal sebagai titik sentral atau sebagai aktor yang independen, tetapi hanya sebagai kerangka bagi kegiatan manusia.

Jika penganut Pendekatan Perilaku mempelajari parlemen, maka yang dibahas antara lain perilaku anggota parlemen seperti pola pemberian suaranya terhadap rancangan undang undang tertentu, pidato pidatonya, giat tidaknya memprakarsai rancangan undang-undang, cara berinteraksi dengan teman sejawat, kegiatan lobying, dan latar belakang sosialnya.

Salah satu ciri khas pendekatan perilaku ini ialah pandangan bahwa mayarakat dapat dilihat sebagai suatu sistem sosial dan negara sebagai suatu sistem politik yang menjadi subsistem dari sistem sosial.

Dalam suatu sistem, bagian bagiannya saling berinteraksi, saling bergantungan, dan semua bagian bekerja sama untuk menunjang keselenggaraanya sistem itu.

Sistem mengalami stress dari lingkungan, tetapi berusaha mengatasinya dengan memelihara keseimbangan. Dengan demikian sistem dapat bertahan.

Pendekatan Neo Marxis


Sementara para penganut pendekatan perilaku sibuk menangkis serangan dari para sarjana Paska-Perilaku, munculah kritik dari kubu lain, yaitu dari kalangan Marxis.

Para marxis ini, yang sering dinamakan neo marxis untuk membedakan mereka dari orang orang marxis klasik yang lebih dekat dengan komunisme, bukan merupakan kelompok yang ketat organisasinya atau mempunyai pokok pikiran yang sama.

Lebih tepat apabila digambarkan sebagai kelompok kelompok kecil yang terdiri dari cendekiawan yang mendapat inspirasi dari tulisan tulisan Mar, terutama yang dikarang masa mudanya.

Cikal bakal orientasi ini adalah tulisan tulisan sarjana Hongaria, Georg Lukacs, terutama dalam karyanya yang berjudul History and Class Consciousness.

Para Neo-Marxis ini, di satu pihak menolak komunisme dari Uni Soviet karena sifatnya yang represif, tapi di pihak lain mereka juga tidak setuju dengan banyak aspek dari masyarakat kapitalis dimana mereka berada.

Begitu pula mereka kecewa dengan kalangan sosial-demokrat. Meskipun kalangan sosial demokrat berhasil melaksanakan konsep negara kesejahteraan di beberapa negara eropa barat dan utara dan meningkatkan keadilan sosial untuk warganya, tetapi mereka dianggap gagal menghapus banyak kesenjangan sosial lainnya.

Pendekatan Pilihan Rasional 


Pendekatan ini muncul dan berkembang belakangan sesudah pertentangan antara pendekatan pendekatan yang dibicarakan diatas mencapai semacam konsensus yang menunjukan adanya pluralitas dalam bermacam macam pandangan.

Ia juga lahir dalam dunia yang bebas dari peperangan besar selama hampir empat dekade, di mana seluruh dunia berlomba lomba membangun ekonomi negaranya.

Berbagai negara baru menyusun rencana rencana pembangunan, sedangkan beberapa negara kaya turut membantu melalui bermacam macam organisasi internasional atau secara bilateral.

Pendekatan Dalam ilmu politik pada umumnya, dikenal nama Pendekatan Pilihan Rasional, sementara itu juga ada beberapa nama lain seperti Public Choice dan Collective Choice.

Akhir akhir ini berbagai variasi analisis ini telah mengembangkan satu bidang ilmu politik tersendiri, yaitu Ekonomi Politik, Tokoh tokoh analisisnya antara lain James Buchanan, Anthony Downs, Gordon Tullock, dan Manchur Olsen. Perlu juga disebut William Raker sebagai pelopor aliran ini.

Sekalipun berbagai penganut Rational Choice mempunyai penjelasan yang berbeda beda, substansi dasar dari doktrin ini telah dirumuskan oleh James B. Rule, sebagai berikut.

  1. Tindakan manusia pada dasarnya adalah “intrumen” agar perilaku manusia dapat dijelaskan sebagai usaha untuk mencapai suatu tujuan yang sedikit banyak jarak jauh.

    Untuk manusia, atau untuk kesatuan yang lebih besar, tujuan atau nilai tersusun secara hierarkis yang mencerminkan preferensinya mengenai apa yang diinginkan atau yang diperlukannya. Hierarki preferensi ini relatif stabil.
  2. Para aktor merumuskan perilakunya melalui perhitungan rasional mengenai aksi mana yang akan memaksimalkan keuntungannya. Informasi relevan yang dimiliki oleh aktor sangat mempengaruhi hasil dari perhitungannya.
  3. Proses proses sosial berskala besar termasuk hal hal seperti ratings, institusi dan praktik praktik merupakan hasil dari kalkulasi seperti itu. Mungkin akibat dari pilihan kedua, pilihan ketiga, atau pilihan N dan perlu dilacak.

Bagaimanapun juga Pendekatan Rational Choice sangat berjasa untuk mendorong usaha kuantifikasi dalam ilmu politik dan mengembangkan sifat empiris yang dapat dibuktikan kebenarannya. Ia merupakan strudi empiris, ketimbang abstrak dan spekulatif.

Pendekatan Institusionalisme Baru


Institusionalisme Baru berbeda dengan pendekatan pendekatan yang diuraikan sebelumnya.

Ia lebih merupakan suatu visi yang meliputi beberapa pendekatan lain, bahkan beberapa bidang ilmu pengetahuan lain seperti sosiologi dan ekonomi. Institusionalisme Baru sosiologi, institusionalisme Baru ekonomi, dan sebagainya.

Mengapa disebut Institusionalisme Baru ? Oleh karena ia merupakan penyimpangan dari institusionalisme lama.

Seperti telah diuraikan di atas, Institusionalisme lama mengupas lembaga lembaga kenegaraan seperti apa adanya secara statis.

Berbeda dengan itu, Institusionalisme baru melihat institusi negara sebagai hal yang dapat diperbaiki ke arah satu tujuan tertentu, seperti misalnya membangun masyarakat yang telah makmur.

Usaha itu perlu ada semacam rencana design yang secara praktis menentukan langkah langkah untuk tercapainya tujuan itu.

Dapat dikatakan bahwa suatu institusi adalah organisasi yang tertata melalui pola perilaku yang diatur oleh peraturan yang telah diterima sebagai standar.

Menurut Jan Erik Lane dan Svante Ersson, institusi mencakup Struktur fisik, Struktur demografis, Perkembangan historis, Jaringan pribadi dan Struktur sementara.

Institusi ini adalah peraturan peraturan yang stabil, yang memungkinkan orang yang sebenarnya hanya mementingkan diri sendiri untuk bekerja sama dengan orang lain untuk tujuan bersama.

Perbedaanya dengan Institusionalisme yang lama ialah perhatian Institusional Baru lebih tertuju pada analisis ekonomi, kebijakan fisikal dan moneter, pasar dan globalisasi ketimbang pada masalah konstitusi yuridis.

Dapat dikatakan bahwa ilmu politik, dengan mengembalikan fokus atas negara termasuk aspek legal/institusionalnya, telah mengalami suatu lingkaran penuh (full circle).

Itulah penjelasan artikel pendekatan pendekatan yang ada dalam ilmu politik. Terima kasih sudah berkunjung di artikel kita yang berjudul Berbagai Pendekatan Dalam Ilmu Politik. Semoga artikel ini dapat bermanfaat nantinya.

Kamu juga bisa menulis karyamu di belapendidikan, dibaca jutaan pengunjung, dan bisa menghasilkan jutaan rupiah. Klik disini untuk kirim tulisan, atau bisa lewat email kami [email protected]

JURNALISCUN TAGS

Pendekatan Pendekatan Dalam Ilmu Politik

Pendekatan Legal atau Institusional

Pendekatan Perilaku

Pendekatan Neo Marxis

Pendekatan Pilihan Rasional

Pendekatan Institusionalisme Baru

Ahmad Andrian F
Bukan penulis profesional namun selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk para pembacanya. Mencerdaskan generasi milenial adalah tujuan situs ini berdiri. 800 Penulis sudah gabung disini, kamu kapan ? Ayo daftarkan dirimu melalui laman resmi keluhkesah.com